John Palinggi: Demokrasi di Indonesia Sudah Naik Kelas

Dr. John N. Palinggi, MM., MBA., pengamat politik, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan, apresiasi penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berjalan kondusif

Jakarta, innews.co.id – Demokrasi di Indonesia dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan. Hal ini nampak dari pelaksanaan Pemilu 2024 yang berlangsung dengan damai dan penuh antusias dari masyarakat.

“Ini hal pokok yang patut kita syukuri semua. Kita bisa melihat bagaimana rakyat Indonesia kian dewasa dalam berpolitik, di mana ditengah keriuhan Pilpres dan Pileg, masyarakat bisa tetap adem, tenteram, dan damai menjalani pemungutan suara,” kata Dr. John N. Palinggi, MBA., MM., pengamat politik, ekonomi, dan sosial budaya, kepada awak media, di ruang kerjanya, di Jakarta, Kamis (14/2/2024).

Kekondusifan pelaksanaan Pemilu 2024, kata John, menunjukkan demokrasi berjalan baik, bahkan naik kelas dibanding sebelumnya. Partisipasi masyarakat yang besar dalam menentukan pilihannya secara bebas, tanpa ada intervensi, menjadi indikator penting pada kemajuan demokrasi.

Prabowo Subianto, menunjukkan surat suara usai mencoblos di TPS Hambalang, Rabu (14/2/2024)

John yang pernah jadi pengajar di Lemhanas ini mengakui, sejak awal dirinya yakin bahwa ketiga paslon sebagai kontestan Pemilu adalah putra-putra terbaik bangsa ini yang berniat baik bagi bangsa dan negara. “Saya tahu persis bahwa ketiga paslon ini adalah putra-putra bangsa yang memiliki kualitas untuk memimpin negara ini,” imbuhnya.

Namun, Pemilu merupakan sendi pokok dari sistem politik untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan kehendak oleh rakyat.

Menyinggung soal hasil quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, di mana paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sementara unggul telak, John beranggapan, itu adalah sebuah mekanisme perhitungan cepat sementara. Karena yang sah nanti adalah perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU RI, sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang.

“Kita tentu harus menghargai hasil quick count. Namun ada lembaga resmi yang dibentuk oleh UU sebagai penyelenggara Pemilu yakni KPU. Kita pun menghargai hasil perhitungan suara yang akan dirilis oleh KPU nanti,” tandasnya.

Sebagian pihak mengkritik pidato Prabowo-Gibran, di Istora Senayan, Jakarta, kemarin malam. Namun John menilai, itu bukan victory speech, melainkan merupakan bentuk apresiasi kepada penyelenggara Pemilu, para relawan, tim sukses, bahkan Presiden-Presiden RI dari Soekarno hingga Jokowi.

“Ucapan terima kasih dari Pak Prabowo dan Mas Gibran kita apresiasi. Artinya, sebagai sesama anak bangsa keduanya paham betul betapa KPU dan Bawaslu, para relawan, dan tim suksesnya, TNI dan Polri telah bekerja keras sehingga Pemilu bisa berjalan lancar. Itu bentuk penghargaan yang mulia kepada seluruh komponen bangsa yang telah turut mensukseskan jalannya Pemilu 2024, bukan victory speech,” tuturnya.

Demokrasi naik kelas

Presiden Direktur PT Karsa Mulindo Semesta Group ini menegaskan, rakyat Indonesia semakin dewasa dalam berpolitik.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tampil bersama memberi apresiasi terhadap semua pihak atas penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berjalan aman

“Rakyat sudah lebih paham apa yang harus dilakukan untuk kepentingan dirinya dan bangsa, tanpa ada intimidasi dan intervensi. Jadi, meski dinamika sebelum pencoblosan suasananya begitu hiruk-pikuk, bahkan tensi politik meninggi dan terkadang memanas, itu sesuatu yang biasa. Tapi pada saat setiap orang menggunakan hak pilihnya, maka pihak lain harus bisa menghargainya. Kita berharap iklim ini bisa terpelihara untuk selanjutnya dan pemerintahan bisa berjalan dengan baik,” seru Ketua Harian BISMA, wadah kerukunan umat lintas agama ini.

John menyimpulkan, kedewasaan berdemokrasi di Indonesia berkembang dengan baik. “Jadi kalau ada yang bilang demokrasi sudah dikebiri, itu sangat tidak benar. Buktinya, pencoblosan berjalan aman, nyaman, dan antusias,” tegas anggota Dewan Analisis dan Strategis sekaligus pengajar intelijen di Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Pemimpin kedepan, sambung John, harus dapat melanjutkan proyek infrastruktur strategis nasional yang telah berjalan sekarang ini. Selain itu, bagaimana memelihara kepercayaan dari negara-negara luar agar dapat berinvestasi di Indonesia. Guna mendukung hal tersebut, kata John, stabilitas keamanan menjadi hal pokok.

“Pak Prabowo dengan latar belakang yang dimilikinya tentu sangat memahami bagaimana dan dengan cara apa bertindak untuk memastikan stabilitas keamanan negara. Beliau juga memiliki reputasi untuk berhubungan dengan negara-negara luar, baik bilateral, multilateral, maupun dalam bentuk kerja sama seperti G20, APEC, dan sebagainya, terutama dalam bidang pertahanan keamanan,” tukas Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia (AMI) ini.

Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini meyakini, akan ada kesinambungan pembangunan yang bisa kita rasakan.

John mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bisa menghargai Presiden-Wapres yang terpilih melalui proses yang demokratis. “Jangan kita hina, caci maki atau rendahan, baik Presiden-Wapres terpilih maupun yang belum dapat kesempatan memimpin. Semuanya harus kita hargai. Saya yakin betul bahwa pemimpin bangsa yang terpilih adalah atas seizin Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, jangan coba-coba menghina pemimpin terpilih karena. Itu sama saja menghina keputusan Tuhan,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan