Prof Otto Hasibuan Ungkap Masa Lalu Prabowo, Sangat Mengharukan

Prof Otto Hasibuan buka tabir perjuangan Prabowo Subianto menyelamatkan Wilfrida Soik, TKW asal Indonesia yang mau dihukum mati di Malaysia

Jakarta, innews.co.id – Dibalik sosoknya yang tegas tanpa tedeng aling-aling, ternyata Prabowo Subianto menyimpan kenangan manis yang nyaris dilupakan orang. Kejadian yang berlangsung 2015 silam kembali mencuat ke permukaan. Ketika itu, dengan penuh ketulusan, Prabowo berjibaku mengadvokasi Wilfrida Soik, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur, hingga akhirnya terhindar dari hukuman mati di Malaysia.

Adalah seorang Prof Otto Hasibuan Ketua Umum Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB), relawan paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang mengulik kenangan lama tersebut. Bahkan, melalui video conference, Prof Otto menyambungkan Wilfrida untuk bisa bertatap muka dengan Prabowo.

Dengan rinci, Prof Otto menguraikan bagaimana Capres nomor urut 2 ini, meski tidak mengenal Wilfrida, namun dengan segala kesungguhan hati turun tangan langsung membantu. Bahkan, demi menyelamatkan Wilfrida, Prabowo sampai harus 6 kali bolak-balik Jakarta-Malaysia, baik menemuinya di penjara maupun mendampingi saat persidangan.

Prof Otto Hasibuan, Ketua Umum Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB) memberikan keterangan pers

“Untuk menyelamatkan Wilfrida, Pak Prabowo harus merogoh koceknya. Beliau menyewa pengacara yang terkenal di Malaysia untuk mendampingi Wilfrida,” ujar Prof Otto Hasibuan dalam Deklarasi Nasional AAIB di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (26/1/2024) sore.

Bagi Prof Otto, ini bukti pemimpin yang mau berkorban bagi rakyatnya. “Logikanya, untuk apa Pak Prabowo melakukan hal tersebut? Padahal, saat itu beliau selain baru ‘kalah’ pada Pilpres 2014, juga tidak memiliki posisi apa-apa di kabinet. Namun baginya mungkin nyawa manusia lebih penting dari segalanya itu,” terang Prof Otto.

Nilai ketulusan

Dari seberang layar, nampak Wilfrida tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya bisa bertatapan langsung dengan sosok yang telah menyelamatkan nyawanya. “”Kalau tidak ada Pak Prabowo, mungkin saya sudah dihukum mati,” tutur Wilfrida yang oleh pengadilan di Malaysia dituntut hukuman mati karena diduga membunuh majikannya di Malaysia itu.

Prabowo Subianto, Capres pada Pilpres 2024, memberikan sambutan

Dengan suara bergetar Wilfrida mengatakan, “Terima kasih untuk pengorbanan dan ketulusan Bapak yang telah membantu saya sehingga bisa selamat dari hukuman mati”.

Prabowo mengaku terkejut dengan kembali diangkatnya peristiwa 8 tahun silam tersebut. “Jujur, saya sangat terharu sekali. Senang bisa kembali melihat Wilfrida. Apalagi kondisinya sekarang sudah gemuk. Karena dulu, dia itu kurus sekali,” kata Prabowo sembari tersenyum meski dengan mata berkaca-kaca.

Tak lupa dirinya mengapresiasi Prof Otto Hasibuan dan AAIB yang telah ‘menghadirkan’ Wilfrida kembali dihadapannya. “Terima kasih Pak Otto dan teman-teman AAIB. Sebagai sesama anak bangsa, ketika itu saya hanya merasa perlu menolong Wilfrida. Jangan sampai dia dihukum mati. Saya tidak berpikir yang lain-lain,” tukasnya.

Prof Otto Hasibuan memberikan penghargaan Patung Cicero kepada Prabowo Subianto pada Deklarasi Nasional AAIB, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (26/1/2024)

Melalui salah seorang teman di Malaysia, Prabowo kala itu meminta dicarikan pengacara wahid di sana. Sampai akhirnya ia dipertemukan dengan Tan Sri Shafee. Usai bertemu, Prabowo pun lantas meminta Tan menjadi kuasa hukum Wilfrida, hingga akhirnya bisa dibebaskan.

Menteri Pertahanan ini mengaku tidak tahu kalau Wifrida sekarang tinggal di Atambua. “Saya tidak tahu Wilfrida ada di Atambua. Nanti saya cari Wilfrida. Kalau saya kesana kita ketemu ya,” seru Prabowo disambut tepik riuh lebih dari 4.000 orang yang menghadiri acara tersebut.

Usai acara, Prof Otto mengaku senang bisa mempertemukan kembali Prabowo dengan seseorang yang pernah diselamatkan hidupnya. “Saya ikut terharu dan bangga melihat sosok Capres kita begitu murah hati dan mau menolong sesama anak bangsa yang padahal tidak ia kenal sebelumnya. Pun, Pak Prabowo menolong tanpa pamrih. Indonesia butuh pemimpin seperti ini yang benar-benar mau mengabdikan dan mewakafkan hidupnya untuk sesama,” cetusnya.

Karya kemanusiaan monumental Prabowo tersebut pun diganjar dengan sebuah penghargaan Patung Cicero, seorang filsuf, politisi, dan advokat di zaman Romawi yang digelari ‘the guardian of constitution’. Pun Prabowo ditabalkan sebagai “Bapak Probono Indonesia”.

“Melakukan advokasi secara probono tidak harus jadi advokat. Pak Prabowo telah membuktikan kepada kita semua. Inilah karya-karya probono yang membanggakan dan menjadi teladan bagi kita semua,” imbuhnya.

Saat menerima penghargaan tersebut, Prabowo nampak sumringah. “Sekali lagi, terima kasih untuk Pak Otto Hasibuan dan keluarga serta rekan-rekan advokat di AAIB. Kita akan sama-sama berjuang agar cinta kasih selalu mewarnai kehidupan bangsa ini,” pungkas Prabowo. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan