Jakarta, innews.co.id – Sebagai organisasi nirlaba, dibutuhkan sosok pemimpin yang mau melayani sembari terus menjaga independensi agar tidak terseret pada pusaran politik praktis.
Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti) dengan anggota mencapai 15.000-an orang memiliki banyak keragaman. Karena itu, pemimpinnya harus sosok yang netral dan profesional. Bila tidak demikian, dikhawatirkan organisasi ini tidak lagi independen.
Hal tersebut dikatakan Rudi Richardo, SH., M.Hum., praktisi hukum senior dan salah seorang alumni FH Usakti, ketika bicara soal Pemilu Raya FH Usakti, yang rencananya akan diadakan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menilai kepemimpinan saat ini, Rudi menilai Sahala Siahaan memiliki jiwa melayani dan siap berkorban, khususnya pada waktu di luar jam kerjanya, demi mengurus IKA FH Usakti. Begitu juga pikiran dan hatinya seolah telah diwakafkan bagi IKA FH Usakti.
Dirinya mencontohkan, ketika pandemi Covid-19, Sahala tetap mampu membuat IKA FH Usakti aktif, melalui berbagai kegiatan. “Meski harus jatuh bangun karena kondisi saat itu, tapi Sahala tetap menakhodai IKA FH Usakti dan menjalankan roda organisasi dengan baik,” aku Senior Advisor di badan hukum penerbangan dan mendirikan law firm ini, Rabu (14/10/2026).
Kesetaraan yang nyata
Tak hanya itu, bagi Rudi, Sahala adalah sosok yang humble, mudah berbaur, dan mampu mendengarkan serta menghargai aspirasi, baik dari angkatan tua maupun muda tanpa terkesan membeda-bedakan. Bukan hanya di Fakultas Hukum, tapi juga sampai ke Ikatan Alumni Universitas Trisakti.
Berbagai program kerja yang dijalankan berdampak positif (impact-driven) dan bermanfaat, baik bagi mahasiswa FH Usakti, seperti lowongan kerja dan magang, juga kepada alumni, seperti networking bisnis, pengembangan profesional, dan lainnya. Selain itu, juga berdampak kepada almamater, layaknya mem-branding fakultas hukum.
Baginya, tidak mudah mencari pemimpin organisasi nirlaba seperti Sahala. Yang banyak terjadi justru memanfaatkan panggung IKA FH untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Ini sangat membahayakan bagi organisasi alumni.
Ditambahkannya, Sahala telah membuktikan kepemimpinan yang merangkul, berdampak, dan teruji oleh zaman. “Saya berharap Sahala Siahaan dapat melanjutkan pengabdiannya untuk IKA FH Usakti,” tukas pensiunan ASN yang telah lebih dari 30 tahun di dunia penerbangan, baik di unit hukum, penegakan hukum maupun operator bandara ini.
Sejauh ini, Sahala Siahaan telah menyatakan diri ikut kontestasi Pemilu IKA FH Usakti. Dirinya siap memimpin IKA FH Usakti untuk kedua kalinya. Selain melanjutkan program-program yang telah berjalan baik selama ini, dirinya juga akan merealisasikan manajemen training bagi adik-adik Fakultas Hukum yang baru lulus, membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IKA FH Usakti, dan membentuk perwakilan di seluruh provinsi dan luar negeri. (RN)











































