Jakarta, innews.co.id – Laporan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat LPEM di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, sebuah riset ekonomi dan sosial terkemuka di Indonesia, merilis laporan yang cukup mengejutkan.
Tercatat, 1,87 juta orang masuk kategori discouraged unemployment, tidak bekerja dan tidak lagi aktif mencari kerja karena putus asa. Di dalamnya terdapat puluhan ribu lulusan pendidikan tinggi, seperti diploma, sarjana, hingga pascasarjana.
“Jujur saja, kita miris membaca hasil penelitian ini,” aku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangan persnya, Senin (19/1/2026).
Sebab, bukan hanya karena angkanya besar, tapi karena di dalamnya ada begitu banyak lulusan berpendidikan tinggi yang akhirnya berhenti berharap.
‘Buat saya, ini bukan semata soal ketersediaan lapangan kerja. Ini tentang jarak yang masih terasa antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan kebutuhan nyata di lapangan,” kata Founder Toko Daging Nusantara ini.
Dia menilai, perlu banyak ‘jembatan’ antara kampus, industri, dan generasi muda, agar talenta tidak berhenti di titik putus as, tapi punya jalur nyata untuk bertumbuh.
“Ke depan, tantangan kita adalah memperkecil jarak itu, membangun lebih banyak ruang kolaborasi agar talenta muda tidak berhenti di titik putus asa, tapi punya jalan nyata untuk terus melangkah dan bertumbuh,” harap Diana.
Dalam hal ini, lanjutnya, perlu kolaborasi nyata antara pemerintah dengan swasta. Sebab, pemerintah juga tidak jalan sendiri menyelesaikan masalah tersebut, demikian juga swasta.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah tersebut, termasuk bagaimana pemerintah mendorong masuknya investasi melalui kebijakan yang soft landing,” tukasnya. (RN)












































