Jakarta, innews.co.id – Kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menembus Senayan pada Pemilu 2024 lalu harusnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota dan simpatisannya.
Bila hal tersebut terulang lagi di Pemilu 2029, maka bisa dipastikan partai berlambang Ka’bah tersebut akan semakin tenggelam.
Untuk itu, Muktamar PPP Tahun 2025 yang rencananya akan digelar Agustus 2025 ini menjadikan momentum krusial bagi PPP dalam memilih pemimpin yang diyakin akan sanggup mengangkat partai yang didirikan pada 5 Januari 1973 tersebut.
Beberapa nama mencuat untuk menjadi nakhoda PPP antara lain, Jendral (Purn) Dudung Abdurahman, Amran Sulaiman, Saifullah Yusuf, Sandiaga Uno, dan Taj Yasin. Dari sederet nama tersebut, Sandiaga Uno disebut-sebut sebagai calon yang paling pas menggawangi PPP.
Bahkan, Sandiaga digadang-gadang ideal berpasangan dengan Mayjen (Purn) Drs. Tanribali Lamo, SH. Keduanya diyakini akan mampu mengangkat partai bernuansa hijau tersebut kembali ke permukaan.
“Pasangan tersebut merupakan kombinasi seorang figur pengusaha yang merupakan kader baru PPP bersama dengan sosok mantan militer/birokrat dan swasta,” kata Chandra Soemardjo, Ketua Relawan SanTri, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Dalam analisanya, Sandiaga Uno dinilai memiliki banyak kelebihan antara lain sosok yang populer sebagai tokoh nasional. “Figur ini bisa menjadi aset besar bagi PPP yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan,” jelasnya.
Sandiaga juga memiliki jaringan luas, baik di kalangan pengusaha, investor, ulama, santri, generasi muda dan olahragawan. Dirinya juga memiliki pengalaman politik, mulai dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan pernah menjadi Cawapres tahun 2019 berpasangan dengan Prabowo Subianto.
“Meski baru bergabung dengan PPP tahun 2023, Sandiaga sudah terlibat lama dalam dinamika politik nasional. Di PPP sendiri iaditugaskan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) pada Pemilu 2024,” urainya.
Sandiaga juga memiliki kedekatan hubungan dengan Presiden Prabowo. Hal tersebut tentu menjadi modal berharga dirinya bila dipercaya memimpin PPP. Tak kalah penting, sosoknya yang masih muda merupakan modal berharga untuk menggaet pemilih muda yang selama ini kurang terjangkau oleh partai ini.
Tanribali Calon Sekjen
Sementara itu, Tanribali Lamo dinilai pas menduduki posisi sebagai Sekretaris Jenderal PPP. Selain berkecimpung di dunia militer dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Personalia (Aspers) KASAD, dirinya juga pernah menjadi birokrat. Mulai dari Staf Ahli Menteri dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri. Beberapa kali pernah menjadi Penjabat Gubernur (Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan). Pasca pensiun, dirinya mendapat kepercayaan sebagai Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pengalaman Tanribali yang seangkatan dengan Ryamizard Ryacudu, Prabowo Subianto dan Safrie Samsuddin, menjadi modal berharga untuk meraih dukungan bagi PPP, termasuk dari mayoritas umat Islam.
“Jaringan militer dan pemerintahan yang dimiliki Tanribali sangat bermanfaat bagi PPP dalam meningkatkan peran partai menuju partai modern, terlebih dalam penyusunan program serta strategi keberhasilan partai,” tambahnya.
Diyakini, sebagai sosok dari luar PPP Tanribali Lamo juga bisa menjadi figur yang netral dan mampu meredakan ketegangan antar-faksi, serta mengembalikan kejayaan partai.
“Duet Sandiaga-Tanribali merupakan pasangan ideal, yang kuat dan serasi dalam menjalankan roda organisasi partai secara efektif,” tukasnya.
Sementara itu, pengamat politik Robertho Manurung mengaminkan duet Sandiaga-Tanribali merupakan pasangan pas yang akan membawa PPP kembali pada masa kejayaannya.
“Paket ini menawarkan sinergi yang menarik. Sandiaga membawa popularitas, memiliki logistik, dan jaringan infestor serta citra modern, sementara Tanribali Lamo membawa pengalaman manajerial, birokrasi dan teritorial wilayah, tentu berpotensi dapat menciptakan stabilitas internal dan kerja sama dengan unsur eksternal,” urai Robertho.
Diyakini, keduanya akan saling melengkapi dalam upaya revitalisasi PPP menuju partai modern.
Dia menambahkan, Sandiaga merepresentasikan wajah baru dan potensi daya tarik pemilih serta popularitas di kalangan masyarakat maupun tokoh-tokoh nasional, sedangkan Tanribali bisa merepresentasikan pengalaman, disiplin dan pengelolaan organisasi secara strategis. (RN)











































