Jakarta, innews.co.id – Perempuan memiliki peran penting dalam setiap aspek pembangunan bangsa. Kemerdekaan RI ke-80 yang baru saja dirasakan hendaknya juga dimaknai sebagai sebuah ekspresi dan apresiasi terhadap perjuangan kaum perempuan dalam mengisi kemerdekaan.
Tema HUT RI tahun ini “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” sangat relevan dengan kemajuan perempuan.
“Tema ini secara implisit menyoroti peran penting perempuan dalam setiap aspek pembangunan bangsa,” kata Putri Pahlawan Nasional Dr. R. Soeharto, Hj. Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah, dalam pernyataan persnya, di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Waketum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini menjabarkan kata ‘Bersatu” begitu relevan, di mana perempuan memiliki peran strategis dalam menyatukan bangsa, mulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat.
“Dengan kesetaraan gender, perempuan bisa lebih aktif berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan persatuan, melintasi perbedaan suku, agama, dan budaya,” ujarnya.
Sementara kata ‘Berdaulat’, lanjut Dewi Arimbi, lingkupnya tidak hanya tentang politik dan pertahanan, tetapi juga tentang kedaulatan ekonomi dan sosial. “Dengan memberikan akses yang sama bagi perempuan untuk berkarya dan berdaya, kita membangun kedaulatan bangsa yang kokoh. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan membuat keluarga dan komunitas mereka lebih mandiri,” tutur Waketum Srikandi TP Sriwijaya ini.
Bicara ‘Rakyat Sejahtera’, menurutnya, tidak akan tercapai tanpa kesejahteraan perempuan. “Perempuan yang sehat, terdidik, dan mandiri secara finansial akan menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan perempuan berkorelasi langsung dengan penurunan angka kemiskinan, peningkatan gizi anak, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” urainya.
Terakhir, ‘Indonesia Maju’, akan optimal bila perempuan terlibat secara penuh. “Tema ini menekankan bahwa kemajuan harus inklusif. Ketika perempuan diberi ruang dan kesempatan yang sama di bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan sains, kontribusi mereka akan mempercepat laju pembangunan dan inovasi bangsa,” yakinnya.
Kebutuhan perempuan
Lebih jauh Dewi Arimbi mengatakan, ada beberapa hal yang dibutuhkan perempuan guna mendorong kemajuan bangsa antara lain, akses pendidikan berkualitas dan merata, perlindungan hukum yang kuat dan adil, akses dan kesempatan yang sama di sektor ekonomi, keterwakilan yang proporsional di sektor publik dan politik, serta dukungan sosial dan budaya.

Tidak bisa dipungkiri, saat ini masih banyak perempuan yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Bagi Dewi Arimbi, guna meminimalisir hal tersebut, pemerintah perlu melakukan beberapa hal yakni, penguatan regulasi dan penegakan hukum, edukasi dan kampanye publik, peningkatan layanan dukungan terhadap korban TPPO, dan peningkatan kesadaran finansial dan keselamatan diri.
Dirinya juga memandang perlu sinergutas antara pemerinyah dengan organisasi perempuan di Tanah Air. “Sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan sangat krusial. Sebab, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran organisasi perempuan sangat vital,” imbuhnya.
Dijabarkan, organisasi perempuan memiliki jangkauan luas dan kedekatan dengan masyarakat, keahlian dan pengalaman, dan akselerator perubahan.
“Organisasi perempuan bisa menjadi mitra strategis dalam mengimplementasikan program-program pemerintah, seperti pelatihan, sosialisasi, atau pendampingan. Mereka juga bisa mengawasi implementasi kebijakan dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Karenanya, pemerintah perlu secara rutin dan serius menggandeng organisasi perempuan, tidak hanya sebagai mitra pelaksana, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perumusan kebijakan dan program,” papar Waketum Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) ini.

Kepada perempuan Indoneaia, Dewi Arimbi berpesan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan jangan pernah berhenti belajar. Juga berani ambil kesempatan dan bersuara. Lainnya, manfaatkan setiap kesempatan, serta saling mendukung dan berkolaborasi. Tak kalah penting adalah tetap menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Dengan semangat ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’, mari kita jadikan momentum HUT ke-80 RI ini sebagai pemacu untuk terus berkarya, berdaya, dan menjadi agen perubahan guna memajukan Indonesia,” pungkas Dewi Arimbi. (RN)













































