Semarang, innews.co.id – Satu langkah maju dilakukan Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) pimpinan Diantri Lapian, dengan mendatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah, di Hotel Padma Semarang, Jumat (2/10/2026).
“Alhamdulillah, penandatanganan MoU antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah dengan para mitra kerjanya, termasuk Gemawira, bisa berjalan dengan lancar,” kata Ketua Umum Gemawira Diantri Lapian, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha dan Diantri Lapian yang disaksikan langsung oleh Rosan Roeslani Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan juga selaku Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) MES, Ferry Juliantono Menteri Koperasi, Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah, para Pengurus PW MES Jateng dan PP MES, dan para sponsor serta undangan.
Selain MoU dengan Gemawira, juga dilakukan penandatanganan dengan Pegadaian (Keuangan Syariah), Bank Jateng, Himbarsi (Koperasi Syariah), dan Maidina (perusahaan Haji Umroh plus).
Kerja sama antara Gemawira dengan MES Jawa Tengah terkait pemberdayaan dan pengembangan UMKM Syariah.
Diketahui, Gemawira merupakan komunitas sosial dan gerakan independen yang bergerak di bidang kewirausahaan serta pemberdayaan UMKM di Indonesia.
Diantri mengatakan, sebagai organisasi yang eksis, Gemawira concern terhadap pemberdayaan UMKM, baik melalui pelatihan maupun pendampingan usaha.
“Melalui berbagai programnya, Gemawira mendorong UMKM tidak saja eksis dan berkembang, melainkam juga bisa go global. Karenanya, kami mendorong UMKM untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, selain terus memperbaiki kualitas barang/jasa yang dijual maupun manajemennya,” terang pengusaha sukses ini.
Dia mengatakan, insya Allah kerjasama antara MES Jateng dengan Gemawira dan para mitra lainnya dapat mendorong terciptanya ekonomi syariah yang inklusif, progresif dan inovatif serta berdampak bagi umat. (RN)













































