Jakarta, innews.co.id – Pemilu Raya Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti), yang rencananya akan diadakan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, 17 Oktober 2026, bakal menjadi ajang penting yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum dan Dewan Pengawas periode 2026-2030.
“Pemilihan ini akan menjadi momentum penting bagi Keluarga Besar Alumni FH Usakti untuk menentukan figur yang akan membawa organisasi ke arah yang semakin solid, progresif, dan memberikan kontribusi nyata bagi almamater serta masyarakat,” kata Eric Asmansyah Ketua Pelaksana Pemilu Raya IKA FH Usakti, di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, Pemilu Raya juga momentum untuk memperkuat silahturahmi, persatuan, kebersamaan, dan soliditas seluruh Alumni FH Usakti.
“Ada dua calon Ketum IKA FH Usakti yang telah diverifikasi oleh panitia yakni, Sahala Siahaan (petahana) dan Azis Syamsuddin,” jelas Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) Hj. Srimiguna.
Keduanya dipandang memiliki latar belakang, pengalaman, serta jejaring yang diharapkan dapat memberi warna dan gagasan bagi kemajuan IKA FH Usakti.
Seperti diketahui, Sahala Siahaan adalah seorang advokat dan profesional, sementara Azis Syamsuddin merupakan mantan politisi Partai Golkar yang pernah duduk di DPR RI.
Sementara untuk Dewan Pengawas akan dipilih 9 orang dari lintas angkatan. Jumlah ini bertambah, di mana pada periode 2022-2026 sebanyak 5 orang dan 2018-2022 (3 orang).
Dilarang black campaign
Untuk pemilihan dilakukan secara langsung dengan sistem one man one vote. “Jumlah alumni FH Usakti sekitar 15.000 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara,” jelasnya.
Peserta Pemilu bisa mendaftar secara online maupun offline dalam rentang waktu 1-14 Oktober 2026. Sementara itu, kedua kandidat diberi waktu kampanye pada 7-14 Oktober dan 15-16 Oktober ditetapkan sebagai hari tenang, di mana kedua kontestan dilarang melakukan aktifitas yang berkaitan dengan pemilihan.
“Kedua calon telah menandatangani kesepakatan untuk berkampanye secara sehat dan menghindari black campaign serta mematuhi persyaratan lainnya, termasuk tidak menggunakan money politics,” kata Srimiguna.
Dikatakannya, bila ada calon yang kedapatan menggunakan money politics, maka itu dianggap sebagai suatu pelanggaran dan akan diberi sanksi tegas.
“Kontestasi Sahala Siahaan dengan Azis Syamsuddin diharapkan berlangsung secara sehat, bermartabat demokratis, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan sesama alumni. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak boleh mengurangi rasa kebersamaan sebagai Keluarga Besar Alumni FH Usakti,” tambah Srimiguna.
Dengan semangat “Vote for Vision, Lead for Mission”, diharapkan alumni dapat berpartisipasi aktif dan berkontribusi serta menjaga kondusifitas hingga terpilih Ketum IKA FH Usakti periode 2026-2030.
Turut hadir pada jumpa pers di Menara Anugerah antara lain, Eric Asmansyah (Ketua Pelaksana), Hj. Srimiguna (Ketua Panitia Pengarah/SC), Mahardika Soemantri (Ketua Panitia Pelaksana/OC), serta para anggota SC yakni, Feri Firsamulia, Setiyono, Bayu S. Muslimin, Rizki Arfah, dan Zarah Zertia. (RN)













































