Jakarta, innews.co.id – Tim sepak bola wanita advokat Indonesia (Srikandi Lawyer Football Club), menorehkan prestasi gemilang dengan menjadi Juara Piala Dunia pada IX Lawyers World Cup di Salou, Barcelona, Spanyol, yang berlangsung 27 September – 2 Oktober 2026.
Menempuh perjalanan lebih dari 12.000 kilometer dari Jakarta ke Barcelona, Srikandi Lawyer tampil trengginas dengan menghempaskan lawan-lawannya pada kategori five versus five.
Di penyisihan, Srikandi bergabung di Group B bersama Grup De LAvocacia Jove Tarragona (Spanyol) dan Lex Argentina. Di pertandingan pertama Srikandi membenamkan tim Spanyol dengan skor telak 19-0. Pertandingan kedua melawan tim Argentina berlangsung ketat dan dimenangi Srikandi dengan skor tipis 3-2.

Pada perempat final, Srikandi unggul adu penalti 3-2 atas tim Azerlec FC, setelah di waktu normal keduanya berbagi angka 1-1. Tiba di semifinal, Srikandi menenggelamkan tim asal Belgia Red Lawyer dengan skor 3-0.
Di final, Srikandi berhadapan dengan Bracara Augusta Football Legal Team asal Portugal. Pertandingan berlangsung ketat dan akhirnya dimenangkan tim yang dilatih oleh M. Rahmaninnov ini dengan skor 3-1.
Srikandi memperoleh Piala Dunia dan medali emas. Dua pemainnya yakni, Ruth Adinda dan Rivana HZ, masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen, masing-masing dengan 5 gol.
Bangga
Manager Srikandi Lawyer FC Esther Agustina Sihombing mengaku senang dan bangga Srikandi bisa menjadi juara Piala Dunia pada debutnya pertama kali.

“Tentunya sangat senang dan bangga. Artinya, usaha selama ini dari mulai latihan fisik dan skill serta usaha pencarian sponsor dan donatur menjadi tidak sia-sia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Diakuinya, kepergian tim Srikandi didukung oleh para sponsor yang kebanyakan dari kalangan advokat. “Pendanaan kami bersifat mandiri. Prinsipnya dari kita oleh kita dan untuk kita. Bagi kami, menjadi juara Piala Dunia sebuah kebanggaan yang tak terlupakan,” tukasnya.
Kedepan, Srikandi berencana mengikuti beberapa turnamen nasional dan internasional. Selain itu, lanjutnya, kami ingin mulai mengembangkan diri dan melakukan regenerasi agar dapat menjangkau lebih banyak anggota.
Dirinya juga mengajak lawyer perempuan di Indonesia untuk tetap menjaga kebugaran ditengah aktivitas yang begitu padat sebagai pengacara. “Lawyer perempuan adalah profesional tangguh yang harus menyesuaikan tanggungjawab karir yang dinamis dan eskpektasi sosial dan peran di keluarga. Tetaplah menjaga integritas dan bertanggungjawab dalam setiap sisi kehidupan, baik secara profesional maupun sosial,” pungkasnya. (RN)













































