Jakarta, innews.co.id – Diana Dewi dikenal sebagai pemimpin yang mendengar. Tidak banyak berbicara, tapi lebih banyak bertindak, baik saat menghadapi hal-hal krusial ataupun ketika melihat dan merasakan ada ketidaknyamanan dalam masyarakat.
Sikap irit bicara ini, justru memberi ruang padanya untuk memikirkan lebih banyak hal.
Merintis usaha Suri Nusantara Jaya sejak 29 tahun silam seolah telah ‘mendidiknya’ untuk lebih banyak mendengar daripada berkata-kata. Terbukti, usahanya berkembang pesat dan telah menjadi grup korporasi besar, dengan berbagai unit usaha, seperti Toko Daging Nusantara, Kedai Nusantara, Nustro, dan lainnya.

Saat dirinya terpanggil menukangi KADIN DKI Jakarta, dirinya diperhadapkan pada ujian Covid-19, yang meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian. Lagi-lagi, tanpa banyak berkata-kata, dirinya berjibaku dengan segala daya yang ada, tidak saja memastikan langkah organisasi berjalan dan bisnisnya tetap survive, tapi juga warga Jakarta terperhatikan.
Dirinya tak ragu turun memberi bantuan kepada berbagai pihak. “Saya selalu menitikkan air mata setiap kali membayangkan kehidupan warga Jakarta, khususnya mereka yang kurang beruntung dalam menghadapi kondisi yang sedang lockdown ini,” ujarnya ketika itu.
Hanya dengan segelintir orang, dirinya terus berbuat. Bagaimana dirinya juga mengajak rekan-rekan pengusaha untuk terlibat dalam berbagai aksi sosial, mulai dari pembagian sembako gratis, tabung gas, masker, dan bantuan lainnya yang dibutuhkan.
Tetap berjuang
Pandemi reda, dirinya kembali menata bisnis dan organisasi. Ia harus membenahi ‘bangunan’ yang seolah telah runtuh diterjang virus mematikan tersebut.
Lagi-lagi, kepiawaiannya teruji. Ia bukan saja nakhoda yang mumpuni, tapi juga sosok ibu yang begitu care terhadap anak-anaknya. Satu persatu masalah pun terselesaikan.

Kebaikan hati dan perhatiannya selalu menjadi perbincangan banyak orang. Tak heran, Allah SWT pun mengangkat dirinya melalui kepercayaan di sejumlah posisi strategis pada berbagai wadah sosial kemasyarakatan.
Mulai dari Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Bendahara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta, Dewan Kehormatan PMI DKI Jakarta, Bendahara Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) DKI Jakarta, Wakil Bendahara Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, dan sejumlah jabatan strategis lainnya.
Pun sejumlah penghargaan dalam dan luar negeri telah ia peroleh. Bahkan, dirinya didaulat menjadi Tokoh Penggerak UMKM.
Ditengah segala kesibukannya, mata dan telinga Diana Dewi tetap tajam untuk melihat dan mendengar keluh kesah serta persoalan warga Jakarta.
“Bagi saya, keaktifan di berbagai organisasi merupakan panggilan jiwa untuk dapat lebih luas lagi melayani warga Jakarta dan Indonesia. Saya akan selalu menjaga amanah sebaik mungkin,” imbuhnya.
Karena baginya, tak ada yang lebih indah daripada bisa berbagi dengan sesama, sesuai dengan konsep fundamental dalam Islam yakni, Habluminallah: hubungan manusia dengan Allah (vertikal) melalui ibadah, ketaatan, dan ketakwaan dan Habluminannas: hubungan manusia dengan sesama (horizontal) melalui akhlak baik, persaudaraan, dan sosial. (RN)













































