Jakarta, innews.co.id – Pengangkatan 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi bukti keseriusan dan kerja keras Badan Gizi Nasional (BGN), dalam membenahi internal satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh Indonesia demi suksesnya program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Kerja keras dan kesungguhan BGN dalam menata SPPG patut diapresiasi. Kepala BGN bekerja gercep (gerak cepat),” kata Monisyah, Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM)–relawan mitra pemerintah, termasuk BGN dan TNI/Polri, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Seperti diketahui, BGN telah memperjuangkan 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk diangkat dan menerima gaji.
“Kita sudah ada 32.000 PPPK yang sudah resmi diangkat, bahkan sudah menerima SK dan mendapatkan gaji,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana.
Menurutnya, langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, khususnya dalam mendukung pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait ketersediaan anggaran.
Lebih jauh Monisyah mengatakan, dalam pelaksanaan MBG, keberadaan PPPK ini menjadi bagian penting. Karenanya, perhatian pemerintah (dalam hal ini BGN) sangatlah besar.
Tak hanya itu, Ketum Seknas IM juga mendukung langkah BGN berkoodinasi dengan Kejaksaan Agung dalam rangka memperkuat pengawasan.
“Sudah tepat sehingga ada pengawasan melekat yang dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Demikian halnya pembukaan kanal pengaduan masyarakat melalui layanan “Sahabat Gizi 127” yang dapat diakses selama 24 jam.
“Masyarakat bisa mengadukan bila ditemukan masalah-masalah terkait MBG dengan mudah. Itu pasti akan sangat membantu BGN guna memberikan pelayanan yang lebih optimal,” tukas Monisyah. (RN)












































