Jakarta, innews.co.id – Keluarnya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja terkait pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/ WFH) dan program optimasi pemanfaatan energi di tempat Kerja, merupakan upaya pemerintah melakukan efisiensi, berkaitan dengan masih berkecamuknya konflik di Timur Tengah, yang ditengarai berpotensi mengakibatkan terjadinya krisis distribusi dan logistik.
Pengetatan pelayaran di Selat Hormuz telah berdampak luas bagi rantai pasok energi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
“Kami sebagai pengusaha menghargai keluarnya SE Menteri Tenaga Kerja terkait pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/ WFH) dan program optimasi pemanfaatan energi di tempat Kerja, merupakan upaya pemerintah melakukan efisiensi, berkaitan dengan masih berkecamuknya konflik di Timur Tengah,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Hanya saja, tentu disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Tidak bisa juga sertamerta harus diberlakukan di semua sektor. Kurang relevan bila harus digeneralisir.
Bahkan, dalam SE itu sendiri pemerintah memberi catatan ‘sesuai kondisi perusahaan’.
“Tentu akan lebih baik bila WFH diterapkan lebih dulu kepada ASN, ketimbang langsung kepada swasta. Hasilnya nanti baru dievaluasi apakah efektif atau tidak,” ujarnya.
Dicontohkan, di sektor retail yang berkaitan dengan layanan publik. Hal tersebut tentu sangat sulit dilakukan karena pasti akan menurunkan angka produktifitas yang berujung pada melambatnya perekonomian. Selama ini, di sektor tersebut sudah dijalankan sistem shift yang memungkinkan seseorang memiliki hari libur.
“Oleh karenanya, kami dari KADIN DKI Jakarta menyerahkan kepada masing-masing perusahaan yang tahu betul akan kebutuhannya. Bila memungkinkan untuk menjalankan SE tersebut, tentu akan jauh lebih baik. Kalaupun tidak, tentu ada pertimbangan-pertimbangan logis yang melatarbelakanginya dan sangat bisa dipahami,” tukasnya.
Menurutnya, dunia usaha itu dinamis dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
“Saya yakin, rekan-rekan pengusaha masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan SE tersebut. Karena tidaklah mudah mengatur WFH bagi pekerja,” tuturnya.
Diana Dewi menambahkan, “Kita sama-sama berharap konflik di Timur Tengah bisa segera berakhir, sehingga distribusi logistik bisa kembali normal”. (RN)











































