Jakarta, innews.co.id – Silat Betawi telah mengalami perkembangan signifikan seiring kemajuan zaman. Hal tersebut mendorong olahraga ini tidak hanya berguna bagi ‘pertahanan’ diri, tapi juga menjaga kebugaran tubuh.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta, Diana Dewi, saat membuka Pelatihan Senam Kreasi Silat Betawi Samber Gledek, di Jakarta, yang akan berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Pulogadung, Jakarta, selama dua hari (11-12/5/2026),
“Silat Betawi merupakan warisan sejarah yang harus terus dijaga kelestariannya,” kata Diana Dewi.

Dijelaskan, Senam Samber Gledek merupakan istilah populer di dunia senam artistik dan senam aerobik Indonesia. Nama tersebut sudah menjadi brand di DKI Jakarta
Senam Kreasi Silat Betawi “Samber Geledek” adalah perpaduan dinamis antara gerakan senam modern dan teknik beladiri silat khas Betawi.
Seiring waktu, lanjutnya, Silat Betawi telah mengalami perkembangan dan menjadi olahraga masyarakat dengan memasukkan kreasi-kreasi modern seperti aerobik.
“KORMI DKI Jakarta tentu sangat mendukung pelatihan ini dan diharapkan bisa menjadi bagian dari kehidupan warga Jakarta,” ujar Diana Dewi, yang juga Ketua Umum KADIN DKI Jakarta ini.
Dari sisi gerakan begitu dinamis dan tidak sulit untuk diikuti. Selain itu, tercipta harmonisasi antara gerak tubuh dengan pernapasan. Bila rutin dilakukan, tentu ini akan sangat membantu menjaga kesehatan.
Sekitar 600 peserta mengikuti pelatihan ini dengan koreografi senam DKI Jakarta yang juga dosen di Universitas Jakarta, Dr. Fahmi Fachrezzy.
Diana Dewi menyampaikan ada sejumlah manfaat yang diperoleh dengan mengikuti senam kreasi silat Betawi ini di antaranya, meningkatkan kebugaran fisik dan stamina karena seluruh otot ikut bergerak dinamis.
Manfaat lain, membakar kalori dan menjaga berat badan, meningkatkan refleks dan koordinasi tubuh, menambah massa dan mengencangkan otot, serta memperkuat kesehatan mental dan rasa percaya diri.
Tak kalah penting, kata Diana Dewi, tentu untuk dapat melestarikan warisan silat Betawi kepada generasi muda.
Diuraikan, ciri khas senam ini antara lain, gerakannya eksplosif dan cepat, umumnya menggunakan musik dangdut koplo/remix Betawi, memasukkan unsur silat Betawi, dan fungsinya untuk senam massa dan senam kreasi.
“KORMI DKI Jakarta mendorong olahraga ini bisa semakin massif disosialisasikan kepada masyarakat agar mendapat manfaat besar bagi kesehatan,” tukasnya.
Pada kesempatan itu dihadiri Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, para Kasudin dari 5 wilayah di Jakarta, Ketua KORMI DKI, Sekretaris, dan para ketua KORMI 5 wilayah. (RN)









































