Jakarta, innews.co.id – Peringatan Hari Susu Nusantara, yang jatuh pada 8 Juni 2026, menjadi momen refleksi untuk melihat sejauhmana ketercukupan konsumsi susu masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak sebagai generasi bangsa.
“Kalau ditanya soal pangan, ini salah satu isu yang selalu membuat saya tidak bisa tinggal diam. Dalam hati selalu bergolak untuk bagaimana mengupayakan ketercukupan susu bagi rakyat Indonesia,” kata Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 mengingatkan kita semua pada sebuah fakta yang perlu lebih banyak dibicarakan: produksi susu dalam negeri kita baru bisa memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan nasional. Sisanya? Masih bergantung pada impor.
Di satu sisi itu tantangan. Di sisi lain, itu peluang yang sangat besar untuk peternak, untuk pelaku usaha, untuk siapapun yang mau serius masuk ke ekosistem ini.
Tema di tahun ini, “Dengan Susu, Generasi Kuat, Masa Depan Hebat”, bukanlah sekadar slogan. Ada urgensi yang nyata di baliknya. Generasi yang sehat dimulai dari gizi yang terpenuhi, dan susu adalah bagian penting dari itu.
“Semoga Revolusi Putih yang sedang kita gaungkan bersama benar-benar menjadi gerakan, bukan hanya momentum kegiatan semata,” harap Ketua Umum KADIN DKI Jakarta ini.
Saat ini, Pemerintah mendorong penyerapan susu segar dalam negeri (minimal 20%) untuk program strategis nasional guna perbaikan gizi masyarakat.
Karenanya, Diana Dewi berharap stok susu nasional bisa diperbanyak melalui pembukaan peternakan di berbagai tempat. Dengan begitu, ketercukupan gizi nasional akan dapat terpenuhi. (RN)












































