Jakarta, innews.co.id – Peringatan HUT RI ke-81, diisi dengan diskusi menarik yang diinisiasi oleh Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) secara lintas lembaga.
“Kemerdekaan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa menuntut tanggung jawab besar dari generasi kini,” kata Ketua Umum KMDT, St. Edison Manurung, dihadapan sekitar 1.000 peserta diskusi, di Pantai Pasific, Kabupaten Toba, beberapa waktu lalu.
Salah satu tanggung jawab yang diharapkan, lanjutnya, adalah dengan menjaga dan melestarikan Danau Toba.
Mantan Ketua KNPI yang pernah dua kali tampil di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York ini menegaskan, HUT RI menjadi momentum penting untuk memperkuat sangat gotong royong dan persatuan dalam membangun negara.
Baginya, kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajah. Tapi juga bagaimana kita mampu menjaga, mengelola, dan mewariskan kekayaan bangsa kepada generasi penerus.
Dikatakannya, Danau Toba bukan hanya sebuah danau dari hasil letusan gunung vulkanik. Melainkan sebuah identitas, sumber kehidupan, ruang budaya, dan warisan dunia bernilai luar biasa.
Ditegaskannya, mengelola Danau Toba tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu sinergi dan kolaborasi secara berkelanjutan. Selain itu, konservasi merupakan tanggung jawab moral. Mulai dari menjaga ekosistem air, kebersihan lingkungan, kawasan hutan, hingga keanekaragaman hayati.
Karenanya, melalui KMDT Center akan dilakukan kajian dan menjadi episentrum intelektual dalam menelaah pelestarian Danau Toba dalam segala aspek.
FGD bertema “Sinergi, Konservasi, dan Edukasi Geopark Kaldera Toba, Berprestasi, Menjaga Warisan Danau Toba” tersebut juga diikuti oleh Badan Otorita Danau Toba (BODT), Pemerintah Daerah Kabupaten Toba, kalangan akademisi, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, dan pihak-pihak lainnya. (RN)











































