Lampung, innews.co.id – Peresmian Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwira Negara merupakan bentuk penghormatan terhadap keluarga besar Pahlawan Nasional Alamsjah Ratu Perwira Negara, sekaligus sumber inspirasi bagi warga Lampung khususnya.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memberikan nama RSUD Lampung menjadi Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwira Negara,” kata H. Jusuf Herry Utama Alamsjah Ratu Perwira Negara, putra tertua Letjen TNI (Purn) H. Alamsjah Ratu Perwira Negara (Alm), usai peresmian, Rabu (12/8/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di pelataran rumah sakit. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati Lampung Utara, Bupati Pesawaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung, keluarga besar Alamsjah Ratu Perwira Negara, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Jusuf mengaku keluarga besar begitu bersyukur, merasa bangga dan tersanjung dengan ditabalkannya sang ayah menjadi nama rumah sakit di Lampung.
Alamsjah Ratu Perwira Negara merupakan putra Lampung yang memiliki karir gemilang, baik di dunia militer maupun pemerintahan. Tercatat dirinya pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung RI, Menteri Agama, dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988).
Bagi Jusuf, sang ayah adalah sosok yang selalu memberi keteladanan bagi anak-anaknya. “Beliau seorang yang tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, seorang pemberani serta baik hati. Juga selalu membela yang lemah,” ungkapnya.
Dalam hidupnya, lanjut Jusuf, almarhum selalu berprinsip bahwa hidup itu harus bermanfaat bagi banyak orang. “Karenanya, penamaan rumah sakit ini sejalan dengan napas perjuangan beliau untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat,” imbuh suami tercinta Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah ini.
Jusuf bersama keluarga besar berharap agar rasa bangga dan bersyukur dapat terwujudkan dalam pengabdian kepada seluruh masyarakat, melalui rumah sakit ini.
“Mari wujudkan niat tulus ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat luas,” serunya.
Dirinya yakin dan percaya dibawah kewenangan dan tanggung jawab Pemprov Lampung dan dinas kesehatan, rumah sakit ini akan berkembang dengan baik.
“Kita semua berdoa dan berikhtiar agar rumah sakit ini dapat menjadi kebanggaan kita bersama. Penggunaan nama Alamsjah Ratu Perwira Negara dapat menjadi semangat bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima, humanis, dan berdedikasi,” tukasnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani mengatakan, nilai keteladanan, kepemimpinan, integritas, pengabdian, dan semangat membangun yang diwariskan Alamsjah Ratu Perwira Negara dapat menjadi inspirasi bagi seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ke depan, rumah sakit ini semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai manifestasi pelayanan publik,” ucapnya.
RS Alamsjah Ratu Perwira Negara ini berdiri di atas lahan sekitar 6 hektare dengan kapasitas 162 tempat tidur. Juga memiliki 15 dokter spesialis dan subspesialis, termasuk subspesialis kedokteran jiwa konsultan anak dan remaja serta subspesialis kedokteran jiwa geriatri, dengan 325 pegawai.
Selain itu, ada tujuh psikiater, dokter spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi dan terapi intensif, 12 dokter umum, dua dokter gigi, serta lima psikolog.
Rumah sakit ini juga memiliki peralatan kesehatan pendukung antara lain, transcranial magnetic stimulation (TMS), quantitative electro encephalo graphy (QEEG) untuk mendukung penanganan gangguan tidur, kecemasan, dan masalah konsentrasi. (RN)














































