Jakarta, innews.co.id – Stadion Asiop di bilangan Jakarta Pusat, menjadi saksi keperkasaan tim sepakbola James Purba & Partner Football Club (JPP FC)–tim football advokat tersohor di Indonesia, yang berhasil membenamkan 7 lawannya hingga duduk di singgasana Juara Mini Soccer RAP Sport Day 2026, 19-20 September 2026.
Tidak tanggung- tanggung, mengirimkan dua tim yakni JPP FC Biru dan JPP FC Merah, tim besutan kurator senior Jamaslin James Purba tersebut, menjadi penguasa di fase group.

Tim kawakan yang pernah jadi Juara Piala Dunia Sepakbola Advokat di Spanyol, dengan nama Indonesia Lawyers Football Club (ILFC) ini, “menghabisi” 4 lawannya di babak penyisihan dengan memasukkan 17 gol dan hanya kemasukan 3 gol.
Di perempat final, JPP FC Merah melibas Poda Law FC. Pun di semifinal, tim yang dipimpin pelatih kepala Marco Silaen ini, menjungkirkan Peradi Semarang dengan skor 1-0.
Tiba di final, meski mendapat perlawanan ketat, JPP FC Merah berhasil membungkam ARF Kuning dengan skor 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh Mohammad Hidayatulloh, yang sekaligus terpilih sebagai pemain terbaik (Best Player) di turnamen RAP Sports Day 2026 tersebut.
Selain medali, JPP FC Merah juga mendapat Piala dan uang tunai Rp 50 juta.
“Puji Tuhan, JPP FC bisa menjadi Juara I di turnamen ini. Tentu kami sangat senang karena kejuaraan ini juga digunakan sebagai pemanasan dalam persiapan menghadapi turnamen-turnamen di luar negeri. Salah satunya adalah World Football Lawyer Cup (Mundiavocat) 2027, yang rencananya akan diadakan di Bali, 21-25 April 2027,” kata James Purba.
Sosok yang dikenal sebagai pelopor dan Suhu-nya sepakbola advokat di Tanah Air ini menambahkan, dari waktu ke waktu JPP dan ILFC terus berbenah diri dan mencari bakat-bakat pemain sepakbola dari kalangan advokat.
“Tahun depan, kita dipercaya untuk menjadi tuan rumah kejuaraan dunia Mundiavocat. Ini momentum yang harus kita manfaatkan bersama.. Kalau bisa kita sapu bersih untuk semua kategori yang ada,” ujarnya bersemangat.
Dirinya melihat bakat-bakat sepakbola banyak dimiliki para advokat di Indonesia. “Tapi semua butuh pematangan dan peningkatan kualitas sehingga kita bisa semakin kompetitif dalam menghadapi tim-tim mancanegara,” pungkasnya. (RN)











































