Jayapura, innews.co.id – Selama empat hari, 117 anak Papua Nugini menggelar konser musik di Jayapura, Papua, 23-26 Oktober 2026. Mereka yang tergabung dalam The Queen of Paradise Children’s Orchestra dari Vanimo, Provinsi West Sepik, Papua Nugini (PNG), rata-rata berusia minimal enam tahun.
Kehadiran di Jayapura menjadi momentum istimewa untuk memperkenalkan kemampuan bermusik generasi muda Papua Nugini, sekaligus mempererat hubungan persahabatan di kedua sisi perbatasan.
The Queen of Paradise tampil di Mal Jayapura, Mercure Hotel, Gereja Katedral Kristus Raja, dan SMA Taruna Bakti Waena. Penampilan apik mereka mendapat respon positif dari masyarakat di Jayapura.
Kelompok musik ini dibimbing oleh Pastor Martín Prado, imam misionaris asal Argentina dari Institute of the Incarnate Word (IVE) dan Jesús Breseno, musisi asal Venezuela yang bertugas memberikan arahan musikal, melatih, dan membimbing anak-anak dalam mengembangkan kemampuan mereka memainkan alat musik.
Kehadiran anak-anak ini membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. “Mereka menunjukkan bahwa anak-anak dari kampung-kampung terpencil juga memiliki kesempatan untuk belajar, berprestasi, dan tampil di panggung internasional,” kata pengusaha muda asal Papua Yance Mote, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Papua Nugini melalui jalur pendidikan, kebudayaan, dan kegiatan kemanusiaan.
Kedekatan geografis serta hubungan sosial dan budaya yang telah lama terjalin di Pulau Papua menjadi landasan penting bagi tumbuhnya persahabatan lintas batas. Dalam konteks ini, musik hadir sebagai bahasa universal yang mampu mempertemukan anak-anak dari latar belakang berbeda. (RN)












































