Jakarta, innews.co.id – Saat ini, perputaran ekonomi secara global melambat, yang dipengaruhi banyak faktor, utamanya kondisi geopolitik luar negeri. Di dalam negeri sendiri, pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika ikut berkontribusi terhadap pelemahan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.
“Perputaran ekonomi merupakan ‘jantung’ bagi dunia usaha. Keberlangsungan bisnis sangat bergantung pada seberapa sehat dan aktifnya transaksi yang terjadi di dalam masyarakat,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta Diana Dewi, di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, ketika ekonomi berputar cepat, dunia usaha akan tumbuh subur. Sebaliknya, saat perputaran melambat, dunia usaha akan menghadapi tantangan berat.
Diana Dewi menjelaskan, dampak ketika perekonomian berlangsung cepat antara lain: peningkatan penjualan dan keuntungan, terjadi ekspansi bisnis, pembukaan lapangan kerja, dan kemudahan akses modal.
Sementara bila ekonomi melambat akan berdampak pada: penurunan omzet secara drastis, penumpukan stok barang, efisiensi dan phk, dan risiko kebangkrutan.
Dirinya menyerukan agar penggunaan produk dalam negeri lebih ditingkatkan lagi.
“Cinta produk dalam negeri harus terus digelorakan dan dipahami bukan saja sebagai bentuk nasionalisme, tapi juga mendukung perputaran ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” jelas Founder Toko Daging Nusantara ini.
Dengan menggunakan produk-produk dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan produksi produsen lokal dan meningkatkan pendapat negara dari pajak.
Selain itu, penggunaan barang-barang dalam negeri akan membantu pengrajin dan produsen lokal.
“Untuk mendorong kemandirian bangsa, maka kita harus beramai-ramai menggunakan produk dalam negeri, bukan mengutamakan brand luar,” tukasnya. (RN)
















































