Jayapura, innews.co.id – Pertemuan para pengusaha Indonesia dan Papua Nugini, melahirkan peluang-peluang kerja sama di antara kedua negara, khususnya bagi pelaku UMKM.
Border Trade Fair (BTF) 2026 yang berlangsung di zona netral perbatasan RI–PNG dekat PLBN Skouw, Kota Jayapura, 8-10 Oktober 2026 tersebut, juga merupakan bentuk penguatan terhadap perekonomian kedua negara.
“Kegiatan ini merupakan upaya mempertemukan para pelaku usaha di Indonesia (khususnya Papua) dengan Papua Nugini, untuk menghasilkan kerja sama dan kolaborasi yang saling menguntungkan,” kata pengusaha asli Papua Yance Mote, dalam keterangan persnya, Minggu (11/10/2026).

Dijelaskan, UMKM di Papua tidak saja ditampilkan untuk event-event seperti bazaar dan lainnya, melainkan diajak duduk satu meja dengan calon buyer, investor, dan supplier lintas negara. Hal tersebut bertujuan agar mendorong UMKM bisa cepat naik kelas.
Dalam business matching tersebut, UMKM yang didaftarkan langsung diarahkan oleh panitia untuk bertemu pengusaha lokal atau luar negeri yang skala usahanya lebih besar.
“Pelaku UMKM diwajibkan membawa katalog bisnisnya untuk kemudian dipresentasikan. Panitia akan menyesuaikan pertemuan dengan calon investor atau buyer yang sejalan dengan produk bisnis UMKM,” lanjutnya.
Menurutnya, pertemuan bisnis lintas negara ini sangat penting karena memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk masuk dan memberi penawaran bisnis. “Bila pengusaha lain tertarik, maka bisa langsung terjadi transaksi atau perjanjian yang akan ditindaklanjuti kemudian,” urainya.
Yance yang juga dikenal sebagai pengusaha muda sukses ini menegaskan, respon pelaku UMKM di Papua sangat positif terhadap kegiatan tersebut. “Mereka senang dan merasa terbantu dengan membuka peluang pasar lebih luas lagi,” tukasnya. (RN)
















































