Bogor, innews.co.id – Perayaan ulang tahun Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) ke-24, yang berlangsung di Rumah Pesta Lay Chung Fat, Gunung Sindur, Bogor, Minggu (20/9/2026), terasa berbeda.
Kehadiran Menteri Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, dan jajarannya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Xs. Budi Santoso Tanuwibowo beserta jajaran, dan aparat pemerintah setempat, menambah riuh acara yang diikuti lebih dari 800-an anggota Perkhin se-Jabodetabekar.
Secara khusus, Menteri Arifah mengapresiasi peran dan konsistensi Perkhin selama ini yang aktif mendukung berbagai upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta aksi-aksi kemanusiaan pada berbagai situasi darurat dan bencana.

Dirinya mengajak Perkhin untuk terlibat aktif dalam gerakan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Diterangkan, RBI merupakan ruang bersama untuk mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak di tingkat akar rumput melalui pendekatan yang berbasis kearifan lokal.
Salah satu implementasi RBI yang dikembangkan KemenPPPA adalah Kebun Pangan Perempuan guna memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Program itu diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Dirinya berharap, Perkhin melalui jejaring yang dimilikinya mampu memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga ke akar rumput.
Perlu sinergitas
Ketua DPP Perkhin, Suryani mengatakan, untuk menyelesaikan berbagai persoalan perempuan dan anak dibutuhkan sinergitas antara pemerintah, organisasi lintas iman, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara Perkhin dengan Kementrian PPPA dapat terus berkembang dengan program nyata yang memberikan manfaat bagi perempuan, anak, keluarga, masyarakat, agama dan bangsa,” imbuhnya.
Lebih jauh Suryani mengatakan, HUT Perkhin ke-24 adalah momentum untuk melihat perjalanan, mensyukuri karya yang telah dilakukan, meneguhkan langkah kedepannya untuk hadir bisa membawa manfaat bagi masyarakat. “24 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ada kerja keras, ketulusan, pengabdian, kebersamaan, dan tentunya berbagai tantangan. Perkhin hadir untuk menjadi ruang bagi perempuan Khonghucu untuk berdaya, berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi nyata,” tukasnya.
Dia menambahkan, perempuan bukan hanya sosok yang memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga memiliki kekuatan/kemampuan untuk menjadi penggerak ditengah masyarakat.
Suryani mengapresiasi kehadiran Menteri PPPA dan jajaran pada perayaan ulang tahun Perkhin ke-24. “Kehadiran ibu Menteri PPPA dan jajarannya merupakan sebuah kehormatan dan sekaligus memberikan semangat bagi kami untuk terus memperkuat peran perempuan serta ikut ambil bagian dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” serunya.

Perkhin berdampak
Suryani menegaskan, Perkhin bukan hanya organisasi yang hadir, tetapi memiliki arti dan berdampak.
“Saya berharap seluruh anggota Perkhin untuk terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kapasitas diri. Mari kita jadikan Perkhin bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai rumah bersama untuk bertumbuh dan jadikan ladang untuk berbuat kebajikan. Yakin disetiap langkah pengabdian kita, Tian selalu menyertai,” pungkasnya. (RN)











































