Jakarta, innews.co.id – Kehadiran Presiden Indonesia ke-7 Ir. H. Joko Widodo pada sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr. Tifa, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (05/11/2026), menjadi bukti keseriusannya untuk mengakhiri segala bentuk fitnah yang selama ini ditujukan kepadanya.
“Kehadiran Pak Jokowi dan kesediaannya menunjukkan ijazah mulai dari SD hingga universitas telah menunjukkan ketegasan seorang pemimpin bangsa yang selama ini telah difitnah di media-media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Sekretaris Jenderal Galang Keberlanjutan (GK) Center Diddy Budiono, dalam keterangannya, Jum’at (6/11/2026).
Dipimpin langsung Ketua Umum-nya Kelik Wirawan, anggota GK Center hadir bersama puluhan ribu relawan lainnya memberi dukungan kepada Jokowi dari pagi hingga berakhirnya sidang sekitar pukul 22.30 WIB.
Dikatakannya, GK Center sebagai relawan yang ikut menghantar Joko Widodo menjadi Presiden di 2014 dan 2019 ini mengapresiasi para hakim PN Jaktim yang memberi kesempatan kepada Pak Jokowi untuk menjadi saksi. Begitu juga aparat keamanan yang telah bekerja keras agar proses pengadilan bisa berjalan tertib dan lancar.

“Secara terbuka dan di depan publik Pak Jokowi sudah menunjukkan ijazahnya. Hal tersebut sekaligus menyampaikan kebenaran yang selama ini terpendam. Tak hanya itu, Pak Jokowi telah menghapus segala keraguan sebagian rakyat Indonesia yang mungkin ragu atau ikut terhasut fitnah ijazah palsu ini,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, ijazah kuliahnya juga sudah ditunjukkan disertai penjelasan semasa dirinya kuliah yang linier dengan apa yang dinyatakan oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sentimen positif
Sementara itu, Waketum GK Center Denny Kareff menambahkan, terlihat sekali sentimen positif yang luar biasa dari masyarakat Indonesia terhadap jalannya persidangan kemarin.
“Kami yakin, saat ini rakyat Indonesia telah mempercayai ijazah Pak Jokowi. Hanya segelintir dari pihak lawan yang masih coba menggoreng-goreng kasus ini,” imbuhnya.
Diyakini, semua masyarakat tidak ingin mempercayai dan mengikuti fitnah yang selama ini disuara sumbangkan oleh pihak lawan. Karena fitnah itu dosa, lebih kejam daripada pembunuhan.
Baik Diddy maupun Denny menegaskan, kenagarawanan Jokowi yang sabar dan tangguh memberi teladan kepada semua anak bangsa bahwa kepemimpinan yang kuat akan mendapat banyak cobaan dan pasti bisa di lalui. Disitulah ketangguhan seorang pemimpin bangsa tercermin.
“Kami yakin setelah persidangan ini masyarakat tidak lagi mempercayai gorengan-gorengan isu yang coba dimainkan pihak lawan. Mereka sudah game over,” tegas GK Center. (RN)














































