Jakarta, innews.co.id – Sinergi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka diyakini akan memperkuat gerakan ketahanan pangan nasional.
“KADIN Indonesia melihat Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan yang potensial, tetapi juga kekuatan sosial yang memiliki jaringan luas. Karena itu, kolaborasi KADIN dan Pramuka perlu diarahkan pada program-program produktif, termasuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Wakil Ketua KADIN Indonesia, Dr. Andi Muh Yuslim Patawari, SSTPI., MP., pada Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII, dalam rangka Hari Pramuka ke-65, di Cibubur, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dikatakannya, Pramuka memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dunia usaha dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap sektor pangan, pertanian, kewirausahaan, hingga ekonomi produktif.
Selain itu, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai kepramukaan sejalan dengan semangat KADIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan adalah fondasi bagi ketahanan bangsa. Guna merealisasikan hal tersebut tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, masyarakat, generasi muda, dan berbagai elemen bangsa.
“Kami ingin membangun ekosistem berkelanjutan. Dalam hal ini dunia usaha dapat membuka akses pasar, teknologi, pembinaan kewirausahaan dan penguatan rantai pasok, sementara Pramuka dapat menjadi penggerak edukasi dan partisipasi generasi muda di tengah masyarakat,” terangnya.
KADIN Indonesia siap berkolaborasi dengan Pramuka untuk membangun generasi muda yang mandiri, produktif dan mampu menjadi bagian dari solusi pangan Indonesia.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi melahirkan program nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Anak-anak muda harus kita dorong menjadi pelaku ekonomi, termasuk di sektor pertanian, pangan dan kewirausahaan,” cetusnya.
Baginya, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat sekaligus menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru. (RN)











































