Jakarta, innews.co.id – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyalurkan bantuan kepada daerah-daerah yang terkena bencana di Pulau Sumatera, awal April 2026.
Dipimpin langsung Ketua Umum-nya Prof Otto Hasibuan, rombongan Pengurus DPN Peradi menyambangi sejumlah kota di Sumatera Barat untuk menyerahkan bantuan guna membangun sejumlah sarana prasarana yang rusak diterjang banjir.

Rombongan Peradi disambut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta Ketua DPC Peradi Padang Miko Kamal.
Selanjutnya, bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Prof Otto dan rombongan melakukan pembangunan beberapa kelas di SMAN 12 Kota Padang serta pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Solok.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, jembatan gantung tersebut akan diberi nama ‘Jembatan Peradi’.

Prof Otto Hasibuan juga menyerahkan bantuan dana bagi 13 anggota Peradi yang terkena dampak banjir di wilayah Sumatera Barat.
Di hari yang sama, sebagian rombongan dipimpin Ketua Harian DPN Peradi Dwiyanto Prihartono melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Mushalla di Kabupaten Agam.
Pada pengumpulan dana peduli bencana yang dilakukan saat Perayaan Natal PERADI 2025, di NT Tower, Jakarta, Jumat (12/12/2025) lalu, terhimpun sebesar Rp 6,7 miliar.

Prof Otto Hasibuan mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini rutin dilakukan Peradi pada berbagai bencana alam di tanah air seperti tsunami di Palu, gempa di Cianjur, banjir di Jabotabek termasuk saat gempa di Solok beberapa tahun silam.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan empati dari jajaran Pengurus Peradi dan mitra-mitra untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” ujar Wakil Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan RI ini.

Dirinya berharap, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan pimpinan daerah dalam menanggulangi bencana. Ini wujud kebersamaan Peradi dalam setiap duka bangsa, lanjut dia.
“Pemerintah begitu concern terhadap pemulihan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, juga daerah-daerah lainnya. Karenanya, Peradi coba mengambil bagian kecil dalam proses rehabilitasi ini,” tukas Prof Otto Hasibuan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi konsistensi dan kepedulian Peradi serta mengharapkan bisa diikuti pihak swasta atau organisasi lainnya.

Di sisi lain, Koordinator Peradi Peduli Rivai Kusumanegara menyatakan, “Fokus Peradi pada kegiatan pasca bencana dengan membangun sarpras di wilayah terdampak”.
Dana tersebut, lanjutnya berasal dari kas Peradi, pengurus, anggota maupun mitra/pihak lain untuk membantu pemulihan dampak bencana banjir di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara.
“Ini merupakan tahap awal pemberian bantuan. Berikutnya, Peradi juga akan membantu korban bencana di Sumatera Utara dan Aceh,” imbuh Ketua Bidang Publikasi, Hubungan Masyarakat, dan Protokoler DPN Peradi Riri Purbasari Dewi. (RN)









































