Jakarta, innews.co.id – Melestarikan budaya sekaligus mendukung kesehatan masyarakat menjadi bagian yang bisa berjalan beriringan. Hal tersebut dibuktikan dalam olahraga Taijiquan.
Diketahui, Taijiquan adalah olahraga asal Tiongkok yang memadukan seni bela diri kuno, latihan pernapasan dalam, dan meditasi gerak. Olahraga ini terkenal dengan gerakannya yang sangat lambat, lembut, dan mengalir bagaikan air.
Di Indonesia, olahraga ini berada di bawah naungan Asosiasi Taijiquan DKI Jakarta Raya (ASTIJAYA). ASTIJAYA DKI Jakarta menggelar Pelatihan Wasit dan Juri Taolu 2026, di MGK Office Tower B, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Penyantun Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Pusat Abraham Rudy Hartono, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, Ketua Umum ASTIJAYA Yap Tek Siang, Ketua Pembina ASTIJAYA Lie Xie Fie, serta jajaran pengurus ADITY DKI Jakarta dan Banten.
Ketum PSMTI mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menyatakan bahwa Taijiquan merupakan warisan budaya berharga bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen ASTIJAYA dalam mengembangkan dan melestarikan Taijiquan. Ini bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang sangat kaya akan nilai-nilai kesehatan, kedisiplinan, keharmonisan, serta persaudaraan,” ujarnya.
Bagi PSMTI, mendukung kegiatan seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial untuk memastikan nilai-nilai luhur budaya tetap hidup dan membawa manfaat bagi kebugaran fisik serta mental bangsa Indonesia.
Sementara Ketua KORMI DKI Jakarta Hj. Diana Dewi mengingatkan kembali esensi mendalam dari Taijiquan yang membuatnya begitu istimewa sebagai warisan budaya.
“Taijiquan adalah seni yang mengajarkan keseimbangan, kesabaran, konsentrasi, pengendalian diri, serta harmoni yang utuh antara pikiran dan tubuh,” jelasnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta ini.
Dirinya mengajak para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk menjaga kehormatan olahraga ini.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan menjaga marwah Taijiquan Indonesia,” tukasnya. (RN)











































