Jakarta, innews.co.id – Kolaborasi dan sinergi menjadi kata kunci bertahan dan majunya suatu usaha.
“Saat ini, kondisi global tidak mudah bagi siapapun, termasuk para pelaku UMKM,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, usai tampil sebagai narasumber di CNN Indonesia, Kamis (9/4/2026).
Dijelaskan, pelemahan rupiah, naiknya biaya bahan baku seperti kemasan plastik berbasis minyak, hingga tekanan daya beli masyarakat yang terus menurun adalah tantangan nyata yang dihadapi sehari-hari. “Ini bukan keluhan, ini fakta di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, Diana Dewi meminta para pelaku usaha, terkhusus UMKM untuk tidak worry dengan kondisi tersebut.
“Dibalik segala tantangan, kendala, dan hambatan, pasti ada solusi, bahkan peluang yang bisa dimanfaatkan,” seru CEO Suri Nusantara Jaya Group ini.
Baginya, kita perlu jujur bahwa tidak ada solusi instan. Tapi ada hal-hal yang bisa dilakukan para pelaku UMKM, seperti membenahi administrasi keuangan, memanfaatkan digitalisasi yang sudah banyak kita miliki, dan membuka diri terhadap kolaborasi. Bukan karena mudah, tapi karena itulah langkah yang akan membawa kita lebih jauh.
“Tidak kalah penting, kita perlu saling mendukung. Ekosistem usaha yang kuat tidak dibangun sendiri-sendiri. Ketika pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah bergerak bersama, daya tahan ekonomi kita jauh lebih solid,” tukas Bendahara Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.
Ditambahkannya, rasa kuatir sah-sah saja, tapi jangan sampai berhenti. “Seiring zaman, kita akan terus berkompetisi. Semua harus disikapi dengan hati tenang, sehingga akan ada solusi,” tukasnya.
Diana Dewi menegaskan, saat ini inovasi menjadi bagian penting. Demikian juga efisiensi, menaikkan standar produk dan layanan sehingga lebih layak berkompetisi. Semua itu, lanjutnya, harus dielaborasi dalam suatu tindakan nyata untuk mendorong kemajuan usaha. (RN)












































