Jakarta, innews.co.id – Konsumsi rumah tangga di Lebaran 2025 ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu.
“Pelambatan konsumsi rumah tangga terjadi di tahun ini. Selama ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (23/3/2025).
Tahun lalu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Indonesia 4,94%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Bagi Diana, rendahnya konsumsi rumah tangga menjadi sinyal melemahnya daya beli masyarakat.
Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya konsumsi rumah tangga antara lain, kenaikan harga-harga terutama kebutuhan pokok dan inflasi yang tinggi.
“Kita berharap, di sisa waktu jelang Idul Fitri ini pemerintah bisa menggenjot konsumsi masyarakat agar perputaran ekonomi bisa kembali normal lagi,” ujar Founder Toko Daging Nusantara ini.
Saat ini, tambah Diana, sepertinya masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, termasuk kalangan menengah.
“Kondisi perekonomian bangsa yang masih belum stabil ditambah terjadi gelombang PHK yang cukup besar, membuat kehati-hatian dalam pemakaian uang juga besar,” imbuh Diana.
Menurutnya, bila kondisi ini dibiarkan terus, maka akan mempengaruhi perekonomian secara makro. “Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusinya,” pungkasnya. (RN)













































