Jakarta, innews.co.id – Para pengusaha banyak berharap, peringatan Hari Buruh, 1 Mei, bisa berjalan damai dan kondusif. Hal ini penting agar pengguna jalan tidak terganggu dan perekonomian tetap kondusif.
“Kami berharap aksi buruh bisa berjalan aman, damai, dan tertib. Demonstrasi merupakan sarana menyampaikan aspirasi, bukan melakukan tindakan-tindakan anarkhi,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta Diana Dewi, di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Dirinya meminta para buruh mewaspadai ada pihak-pihak yang coba menunggangi aksi tersebut.
“Suarakan aspirasi dengan tertib sehingga tidak sampai mengganggu pengguna jalan lain, terutama sampai mengganggu perekonomian, apalagi kalau sampai investor menjadi takut, tentu bisa berdampak tidak baik juga, baik bagi buruh maupun perekonomian negara,” ujarnya.
Harapan
Lebih jauh, pengusaha nasional ini menyampaikan harapannya, baik kepada pemerintah maupun buruh.
Kepada pemerintah, dirinya meminta untuk dapat menciptakan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum. Salah satunya terkait kepastian formula upah minimum dan aturan ketenagakerjaan, tentu merujuk pada kondisi di kekinian.
Juga pemerintah diharapkan dapat memberikan stimulus untuk industri yang terdampak gejolak global (ekspor-impor), guna mencegah PHK massal.
Selain itu, pemerintah diharapkan bisa memberi penguatan pasar domestik dan daya beli masyarakat agar konsumsi rumah tangga tetap stabil. Dan, melakukan penyederhanaan birokrasi, di mana ada mempercepat kemudahan berinvestasi untuk menciptakan kesempatan kerja baru.
Sementara kepada para buruh, Founder Toko Daging Nusantara ini berharap dapat mengedepankan dialog yang produktif guna merumuskan solusi bersama terhadap tantangan bisnis.
“Ditengah tekanan ekonomi, kami berharap para buruh dapat memahami perlunya efisiensi operasional perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha (business sustainability),” ungkapnya.
Tak hanya itu, para buruh didorong untuk terus meng-upgrade skill yang dimilikinya agar sesuai dengan kebutuhan industri, terutama dalam menghadapi transisi teknologi. (RN)











































