Jakarta, innews.co.id – Berbagai capaian positif ditorehkan Prabowo-Gibran dalam dua tahun pemerintahannya. Penguatan swasembada pangan, penurunan angka kemiskinan, dan perluasan akses kesehatan dan pendidikan, menjadi hal yang bisa dilihat.
Ini mencerminkan upaya negara dalam menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, memutus rantai kemiskinan, serta mengurangi hambatan biaya untuk memperoleh layanan dasar agar kesejahteraan semakin merata.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM) Monisyah, jelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Kami menilai, kepemimpinan Prabowo telah mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat,” kata Monisyah.
Dikatakannya, tingkat kemiskinan mengalami penurunan pada Maret 2026 menjadi 8,07 persen dari sebelumnya 8,47 persen di Maret 2025. Demikian juga jumlah penduduk miskin berkurang 920.000 jiwa.
Kondisi tersebut diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di atas 5 persen, yakni 5,61 pada triwulan pertama dan 5,29 persen di triwulan kedua. Jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 522.000 orang menjadi 148,19 juta orang.
Dari sisi pangan, tercatat produksi beras pada 2025 meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024 menjadi 34,69 juta ton.
“Peningkatan produksi domestik memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan menghadapi gangguan pasokan global, sekaligus memperbesar ruang pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen dan harga pembelian yang menguntungkan petani,” ujarnya.
Tak kalah penting, adalah situasi politik yang tenang, sehingga memberikan kepastian bagi para calon investor.
Bergerak sejahtera
Disampaikan pula, per September 2026, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 57 juta penerima melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi. Pemerintah juga berhasil melakukan revitalisasi 16.167 sekolah sepanjang 2025 dan 4.374 sekolah telah merampungkan pembangunan hingga Oktober 2026.
Program Sekolah Rakyat telah berhasil menampung 44.000 siswa kurang mampu di 182 sekolah. Kesejahteraan pendidik turut diperkuat melalui kenaikan tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru non-ASN yang memenuhi persyaratan, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan sejak 2025, dengan penyaluran setiap bulan mulai 2026.
Demikian halnya program Listrik Desa yang menjangkau 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi, khususnya daerah tertinggal, pada 2025. Di sektor energi, implementasi biodiesel B40 sepanjang 2025 menghasilkan penghematan devisa Rp130,21 triliun melalui substitusi impor bahan bakar, sehingga mengurangi kebutuhan devisa untuk pembelian dari luar negeri. Di sisi lain, sudah 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah beroperasi hingga 15 Oktober 2026.
Monisyah meyakini, kedepan Pemerintahan Prabowo akan terus memperluas programnya hingga mencapai kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan negara.
Dicontohkan, penunjukan Kapolri baru Jenderal Pol Suyudi Aryo Seto dengan tagline-nya “Polri Bersama Rakyat”, menunjukkan kepedulian Presiden dalam merealisasikan visi Asta Cita-nya.
“Seknas IM sebagai relawan pendukung Presiden Prabowo akan terus mendukung dan mengawal program-program pemerintah dan memastikannya tepat sasaran,” pungkasnya. (RN)














































