Jakarta.innews.co.id – Jakarta diyakini bisa menembus jajaran 50 Kota Global di dunia. Namun, hal tersebut bukan tanpa tantangan. Masih ada banyak hal yang perlu dibenahi.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKU Jakarta Diana Dewi, dalam perbicangan di NTV, Senin (19/10/2026).
“Masuk dalam jajaran Global Cities Index jelas merupakan kabar baik dan bukti bahwa Jakarta sudah berada di jalur yang benar (on the track),” kata Diana Dewi.
Itu juga artinya, modal manusia (human resources) kita kuat, dan pilar ekonomi terus bertumbuh.
“Namun sebagai pelaku usaha, kita harus jujur pada realita, di mana masuk peringkat dunia bukan berarti perjuangan selesai,” ungkap Founder Toko Daging Nusantara ini.
Menurutnya, tantangan di lapangan masih nyata. Mulai dari efisiensi logistik yang terhambat kemacetan, produktivitas tenaga kerja, hingga kepastian hukum dan kemudahan perizinan yang harus sejalan antara Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta.
“Demikian juga teman-teman kita di sektor UMKM yang saat ini berjuang menghadapi tingginya harga bahan baku,” cetusnya.
Karenanya, untuk menembus jajaran 50 besar Kota Global Dunia, rumahnya harus kita perbaiki bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, dan dunia usaha siap berkolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.
“Investor yang masuk ke Jakarta harus memiliki kenyamanan dan keamanan dalam berusaha. Demikian juga kemudahan perizinan antara pusat dan daerah harus linier dan meniadakan pungutan-pungutan liar (pungli). Itu bagian penting bagi para investor. Hal tersebut harus dituangkan dalam regulasi yang jelas,” tukasnya. (RN)
















































