Jakarta, innews.co.id – Salah satu penyebab banyaknya kelemahan yang terjadi dalam pelayanan makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah tempat, karena para pelaku usaha, baik pemilik maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya memikirkan keuntungan (cuan) semata.
Dalam praktiknya di lapangan masih ditemukan sejumlah pengelola SPPG yang cenderung berorientasi pada keuntungan bisnis sehingga mengabaikan standar kualitas dan kandungan gizi makanan.
Hal tersebut dikatakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), M. Hadi Nainggolan, dalam tayangan video di laman medsos-nya, yang dikutip hari ini.
“Sejak awal, HIPMI mendukung penuh program MBG. Ini merupakan program yang sangat baik dan strategis. Jangan dirusak karena pikirannya cuma cuan dan cuan saja,” ujar Ketua Bidang Pertanian BPP HIPMI ini.
Menurut Hadi, kita harus kembali ke niat awal bahwa MBG dijalankan untuk bagaimana kita menghadirkan makanan bergizi bagi generasi bangsa.
Program ini bertujuan untuk menyediakan asupan makanan bergizi bagi generasi penerus bangsa.
Kepada pengelola MBG dihimbau untuk meluruskan niat. “Mengelola SPPG mind set-nya jangan hanya cuan dan uang saja. Niatnya harus bersih, positif dan lurus dulu. Bahwa kita ingin bersama-sama Pak Presiden untuk menghadirkan makanan bergizi kepada generasi-generasi muda, lansia, ibu hamil dan menyusui,” kata Founder HANN Corp ini.
Pengelola SPPG diharapkan menempatkan kualitas gizi sebagai prioritas utama dalam penyediaan makan bagi anak-anak.
“Ayo kita luruskan niat bahwa mengelola SPPG itu untuk menghadirkan generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas,” tukas Hadi Nainggolan. (RN)











































