Jakarta, innews.co.id – Aksi demo yang berjilid-jilid, apalagi berujung ricuh, berdampak kurang baik bagi perputaran ekonomi.
“Secara umum, aksi demonstrasi sepanjang dilakukan secara damai dan aman, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap dunia bisnis. Namun, bila sudah menjurus ke aksi-aksi anarkhis, tentu saja itu berdampak luas bagi dunia usaha,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangannya, di Jakarta, Jum’at (29/8/2025).
Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian pendapat, kritik, dan masukan yang konstruktif. Namun, bila sudah melakukan tindakan anarkhis, bahkan berujung pada kerusuhan, ini tentu sudah lari dari esensi demo itu sendiri.
Dikatakannya, peristiwa demo yang terjadi mulai kemarin hingga hari ini, di mana tentu mengganggu dunia usaha. Pengusaha juga takut membuka kantor/usahanya. Masih terbayang trauma peristiwa Mei 1998 yang telah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian bangsa ini. Ada ketakutan, bukan hanya pada pengusaha, tapi juga masyarakat luas.
“Tidak berjalannya usaha, bila berlarut-larut tentu akan sangat berdampak pada perekonomian secara nasional,” serunya.
Tak hanya itu, aksi demo yang bernuansa anarkhis sangat mempengaruhi perekonomian serta citra bangsa di mata internasional. Investor tentu akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya melihat situasi yang tidak kondusof tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah komprehensif, cepat, dan tepat untuk mengatasi meluasnya demo anarkhi. Juga menjaga sejumlah obyek vital negara serta tempat-tempat publik lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar CEO Suri Nusantara Jaya ini.
Diana Dewi juga berharapn semua pihak bisa lebih menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang justru bisa merugikan diri sendiri dan keluarga. (RN)











































