Jakarta, innews.co.id – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04/2026), merupakan langkah nyata untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan, baik untuk kebutuhan daerah maupun nasional.
“Sidak itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan beras secara nasional,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Sebagai pemimpin negara, lanjutnya, Bapak Presiden tentu ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat.
Selain itu, sidak ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Dari hasil sidak tersebut bisa dilihat bahwa stok beras tersedia cukup baik untuk mencukupi kebutuhan, baik di daerah maupun secara nasional.
“Kita bisa lihat ketersediaan stok beras baik. Itu artinya, panen di sejumlah daerah cukup berhasil untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Selain itu, swasembada pangan seperti yang ditargetkan oleh Bapak Presiden juga telah tercapai,” lanjut Diana Dewi yang juga Bendahara Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.
Dirinya mengapresiasi gerak cepat (gercep) Presiden Prabowo melakukan pengecekan langsung. “Bapak Presiden memiliki kepedulian terhadap stok pangan, apalagi ditengah kondisi perekonomian saat ini,” ujarnya.
Diana Dewi juga sependapat dengan Presiden bahwa tidak hanya stok pangan yang diperhatikan, tapi juga kualitasnya harus semakin baik.
Saat sidak dilaporkan, stok di gudang tersebut penuh, sebanyak 7.000 ton. Jumlah ini menunjukkan ketahanan pangan yang aman dan sangat terkendali.
Diana Dewi juga mengapresiasi langkah Menteri Pertanian yang telah bekerja keras untuk memastikan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo yakni, swasembada pangan bisa terwujud.
“Kita tentu berharap setelah swasembada beras, akan diikuti oleh tanaman hortikultura lainnya. Salah satunya kedelai,” tukasnya. (RN)











































