Jakarta, innews.co.id – Kepiawaian Siti Jamilah Lubis memimpin organisasi advokat beranggotakan 40 ribu lawyers yang mayoritas dihuni kaum pria, sudah menjadi cermin betapa perempuan mampu beradidaya.
Siti Jamilah dikenal sebagai advokat senior dan Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI). Sosoknya yang low profile, smart, dan tegas ini, mampu menjadi ibu bagi para advokat.
Dibalik seabreg kesibukannya, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Hutama Karya (Persero).
“Pendidikan menjadi kunci kemajuan kaum perempuan,” kata wanita yang akrab disapa Mia Lubis ini, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, dibutuhkan keberanian melangkah. “Perempuan harus memiliki tekad kuat, nyali besar, serta kemauan yang keras untuk maju. Tanpa itu, perempuan ibarat menjadi konco wingking (teman dibelakang) saja bagi kaum pria,” ujarnya.
Bagi Mia, sejatinya perempuan memiliki power, talenta, dan kelebihan yang membuatnya setara, bahkan lebih dari pria. “Umumnya perempuan itu multi tasking dan multi-talent. Dia bisa mengurus keluarga, melayani suami, mendidik anak-anak, sampai berkarir di ruang publik. Semuanya bisa dilakukan secara konsisten,” tutur wanita kelahiran Asahan, Sumut, 10 Maret ini.
Kartini inspirasi
Dirinya mengaku sangat terinspirasi dengan Raden Ajeng Kartini.
“Apa yang Kartini perjuangkan sejak dulu, sudah semakin nampak hasilnya saat ini. Keberanian perempuan masa kini untuk tampil didepan merupakan buah dari perjuangan Kartini,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, bukan semata karena ia adik dari lawyer senior Indra Sahnun Lubis (Alm) sehingga duduk sebagai pucuk pimpinan di KAI. Tapi memang sejak awal, dia sudah eksis mengawal KAI. Tak heran, dalam Kongres KAI, secara aklamasi Mia dipilih sebagai Presiden KAI.
“Sejak awal, saya ikut membidani lahirnya KAI ini. Perjuangan ‘berdarah-darah’ pun telah kita lalui. Saya harus akui, peran abang saya (Indra Sahnun) sangatlah besar membentuk diri saya,” akunya.
Kiprahnya membesarkan KAI penuh perjuangan dan pengorbanan. Tak heran, KAI disebut sebagai Pejuang Advokat dan Advokat Pejuang.
Dirinya sangat bersyukur melihat wajah KAI sekarang yang sudah ada di 35 provinsi. Bahkan, dalam Kongres KAI ke-4 di Bandung, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang juga Ketua Dewan Pengawas KAI sudah mengatakan bahwa KAI adalah satu-satunya organisasi advokat yang diakui oleh pemerintah.
“KAI adalah organisasi advokat (OA) terbaik yang dihuni advokat-advokat terbaik juga,” tukasnya bangga.
Prinsip
Mia mengaku dalam hidupnya selalu memiliki prinsip sederhana, “Kalau kita benar kenapa harus takut”.

Dia mengaku hanya takut kepada Tuhan dan orangtua. Selebihnya kalau kita benar, jalankan saja. “Prinsip itu juga yang saya ajarkan kepada para advokat di KAI,” cetusnya.
Ketegasan menjadi prinsip kuat yang mengaura dalam dirinya. Sambil seloroh, Mia berkata, banyak anggota KAI mengakui bahwa dirinya punya prinsip bahwa kepala pun akan dikasihkan kepada para anggotanya, namun kalau marah kepala kita pun bisa hilang dibuatnya.
Para advokat di KAI melihat Mia sebagai sosok yang rela mengorbankan segalanya untuk kebesaran organisasi. “Ketum itu ibu segala advokat,” ungkap mereka senada.
Kepada kaum perempuan, khususnya yang masih muda, Mia berpesan, jadilah wanita cerdas, cekatan, adaptif dan tangguh. “Kesetaraan gender harus terus diperjuangkan. Di sisi lain, kecerdasan kaum perempuan harus terus dikejar,” pintanya.
Baginya, wanita kalau berpendidikan akan lebih dihargai oleh suami, keluarga, dan sekitarnya. “Jangan jadi wanita yang harus menangis dua kali karena sesuatu hal terjadi dalam rumah tangganya,” pungkas Mia Lubis. (DJ)











































