Jakarta, innews.co.id – Reshuffle merupakan suatu langkah yang diambil Presiden untuk lebih mengoptimalkan kinerja kabinet sehingga dapat memenuhi target yang dicanangkan.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto mereshuffle kabinetnya. Ada 5 menteri yang diganti yakni, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Menteri Keuangan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Menteri Koperasi, Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden RI, seperti diatur dalam Pasal 17 UUD 1945, dan dipertegas dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi, dalam keterangan persnya, Senin (8/9/2025).
Menurut Diana Dewi, pergantian tidak harus karena menteri tersebut bermasalah atau berkasus, namun lebih untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan dan pemenuhan target yang dicanangkan oleh Presiden.
“Direshufflenya 5 menteri saat ini, merupakan sebuah upaya penyegaran yang dilakukan oleh Presiden agar capaian-capaian targetnya bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya.
Dirinya menyoroti pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa. “Ini tentu sudah melalui pertimbangan yang matang dan masukan dan berbagai pihak. Tentu beliau sosok yang punya pengalaman dan kemampuan dalam menata keuangan negara lebih baik lagi,” lanjutnya.
Dikatakannya, para pengusaha tentu menaruh harapan besar terhadap Menkeu yang baru, utamanya bagaimana menjaga stabilitas ekonomi, sehingga ditengah tantangan global, perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan tidak mengalami pelambatan.
Diana Dewi menegaskan, ada banyak pekerjaan rumah untuk Menkeu yang baru. Tidak hanya soal regulasi, tapi juga bagaimana menjawab tantangan yang ada dengan pasti. Antara lain, penurunan daya beli masyarakat, harga-harga di pasar khususnya kebutuhan pokok yang cenderung terfluktuatif, suku bunga bank yang masih memberatkan para pengusaha, beragam pajak, serta kebijakan moneter dalam dan luar negeri. Juga berkoordinasi dengan kementerian lain dalam memastikan keamanan bagi para pelaku usaha.
“Kami berharap Menkeu yang baru merupakan orang yang tepat untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memenuhi target Presiden Prabowo Subianto yakni, pertumbuhan ekonomi 8 persen,” imbuh Founder Toko Daging Nusantara ini.
Baginya, kini, kondisi perekonomian tengah mengalami ujian pasca aksi massa yang melahirkan ketakutan bagi para pengusaha. Hal tersebut perlu langkah-langkah antisipasi agar roda perekonomian bisa berjalan normal.
Karenanya, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja sama dari Menkeu yang baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lebih optimal lagi. (RN)













































