Jakarta, innews.co.id – Kebaya adalah busana yang tak lekang oleh zaman. Seiring waktu, kebaya mengalami transformasi, mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang melekat.
Kebaya memiliki sejarah panjang di Nusantara. Busana tradisional perempuan Nusantara ini berasal dari pengaruh Arab, Tiongkok, dan Portugis.
Kata ‘kebaya’ sendiri berasal dari bahasa Arab “abaya” atau “habaya” (pakaian). Orang Portugis sendiri menyebutnya dengan “cabaya”.
Pada tahun 1600-an, kebaya resmi dipakai oleh keluarga kerajaan di Jawa dan kalangan bangsawan sebagai lambang status sosial tinggi. Sebelumnya, perempuan Jawa umumnya memakai kemben. Baru pada abad ke-19, kebaya menjadi pakaian sehari-hari bagi semua kelas sosial.
Dalam perjalanannya, kebaya telah menjadi simbol perjuangan nasional dan kini diakui sebagai identitas serta busana nasional perempuan Indonesia.
Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 19 Tahun 2023, ditetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Tak hanya itu, pada 4 Desember 2024, UNESCO telah menetapkan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Simbol perjuangan
“Kebaya adalah simbol perjuangan dan cermin keanggunan perempuan Indonesia,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni Kenotariatan Universitas Diponegoro (IKANOT Undip) Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Bagi Otty, kebaya harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Dirinya mendukung kebaya tidak hanya untuk kegiatan formal, tapi juga bisa digunakan untuk acara-acara informal. Pun dilakukan modernisasi agar kebaya bisa disukai generasi muda.
“Saat ini, setiap daerah memiliki kebaya dengan motif beragam dan disesuaikan dengan ciri khas masing-masing. Kita perlu mendukung keberadaan kebaya sebagai pakaian nasional,” ujar Notaris/PPAT senior di Jakarta ini.
Lebih jauh Otty Ubayani mengatakan dibutuhkan sosialisasi dan pengenalan nilai dan makna kebaya sejak dini kepada generasi muda.
Dia mendorong generasi muda berinovasi dalam mendukung modernisasi berkebaya, baik model maupun bahannya.
“Saya yakin, kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia merupakan kebangsaan bangsa yang harus terus dilestarikan,” tukasnya. (RN)










































