Jakarta, innews.co.id – Anak ditengah keluarga adalah amanah dari Allah SWT, sekaligus aset utama bangsa dan generasi emas penerus.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap anak Indonesia, pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984, menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Hal tersebut juga merujuk pada pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Seperti tertulis dalam Ayat Suci Al Qur’an Al Furqon QS (25):74, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (qurrata a’yun) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”.
Putri Pahlawan Nasional Dr. R. Soeharto, Hj. Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah mengatakan, sebagai orangtua, kita harus berperan dalam menjaga anak-anak, cucu-cucu keturunan kita. Dimulai dari lingkungan terkecil yaitu, keluarga.
“Peran seorang ibu sangatlah besar. Ibu adalah madrasah utama & madrasah awal dari anak-anak dan keturunannya,” kata Arimbi Soeharto, di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Arimbi Soeharto merupakan ibu dari lima orang putra-putri dan nenek dari empat orang cucu. Sejak awal, dirinya bersama sang suami bahu membahu dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.
“Rasa lelah itu terbayar dengan melihat anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Bahkan kini saya bisa menyaksikan cucu-cucu bertumbuh dengan segudang prestasi,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Persatuan Pembangunan (PP WPP) ini.
Dirinya mengajak para orangtua untuk senantiasa berikhtiar agar anak cucu dan suami serta keluarga memiliki kedekatan meski masing masing punya kegiatan yang cukup padat. “Masing-masing anggota keluarga harus berusaha dan menjaga agar dalam waktu tertentu ada silaturahim internal keluarga guna membangun kedekatan dan kehangatan keluarga,” seru Kolektor Wastra Antik Indonesia ini.
Owmer Arimbi Pejaten Suites ini menegaskan bahwa anak adalah amanah Allah SWT dan aset berharga bangsa. “Mari kita hadirkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, serta teladan yang baik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap membangun Indonesia,” tukasnya
Dirinya berkeyakinan, insya Allah keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah dapat terwujud, bersamaan dengan tumbuhkembangnya anak-anak yang sholeh dan sholehah di dalam keluarga. (RN)










































