Jakarta, innews.co.id – Sumatera Barat menjadi daerah yang pertama kali dikunjungi jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), untuk diberikan bantuan bencana hidrometereologi, yang terjadi 2025 lalu.
Selama dua hari 1-2 April 2026, Ketua Umum DPN Peradi Prof Otto Hasibuan beserta rombongan menyambangi sejumlah tempat untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Tak melewatkan kesempatan kunjungan DPN Peradi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Padang menggelar halal bihalal yang dihadiri langsung oleh Prof Otto Hasibuan yang juga Wakil Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, di Hotel Santika Padang, Rabu (1/4/2026).
“Alhamdulillah, DPC Peradi Padang bisa mengadakan halal bihalal yang dihadiri langsung oleh Prof Otto Hasibuan dan jajarannya,” kata Ketua DPC Peradi Padang Dr. Miko Kamal, SH., LL.M., kepada innews, hari ini.
HBH tersebut dihadiri lebih dari 200 advokat yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat seperti Dharmasraya, Solok, Agam, Pasaman, dan Padang.
Pada kesempatan itu, Prof Otto memuji DPC Peradi Padang yang sangat aktif berkegiatan, baik internal maupun eksternal.

Beberapa kegiatan eksternal yang digelar sepanjang 2025 adalah Peradi Goes to School, Peradi Meets Catin, dan juga Peradi Run, yaitu event lari yang diikuti oleh masyarakat umum baik dari dalam maupun luar Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Miko menegaskan bahwa setiap advokat harus menjaga integritas dalam menjalankan profesi dalam rangka mewujudkan advokat sebagai profesi mulia (officium nobile).
Dirinya berharap melalui HBH ini, para advokat di Kota Padang dan Sumbar bisa semakin solid dan membangun organisasi dengan keikhlasan.
Bantu anggota
Secara khusus, Miko Kamal menyampaikan terima kasih atas inisiatif DPN Peradi yang telah membantu 11 anggota DPC Peradi Padang yang menjadi korban bencana hidrometereologi Sumbar 2025.
“Rekan-rekan yang dibantu adalah advokat yang rumahnya terendam dan lumpur yang mengakibatkan kerusakan terhadap perabot, alat-alat elektronik, pakaian, dan lain-lain,” terang jebolan Doktor Hukum dari Macquarie University, Australia ini.

Pilihan Peradi membantu pembangunan kembali jembatan gantung merupakan pilihan yang sangat tepat. Jembatan gantung itu menghubungkan perkampungan dengan lokasi rumah ibadah (Masjid Raya). Pasca bencana, masyarakat yang mau beribadah harus memutar jauh untuk mencapai masjid.
Disinggung soal pembangunan ‘Jembatan Peradi’ di Kabupaten Solok, Miko Kamal mengatakan, itu merupakan pilihan tepat.
“Jembatan gantung itu menghubungkan perkampungan dengan lokasi rumah ibadah (Masjid Raya). Pasca bencana, masyarakat yang mau beribadah, harus memutar jauh untuk mencapai masjid. Tepat keputusan Peradi membangun jembatan tersebut karena akan sangat bermanfaat bagi warga di sana,” tukasnya.

Saat ini, sambung Founder Kantor Hukum Miko Kamal & Associates, keadaan sudah kembali normal.
“Dari sisi infrastruktur masih banyak yang perlu diperbaiki. Karenanya, bantuan Peradi menjadi salah satu solusi percepatan pembangunan kembali infrastruktur di Sumbar,” pungkasnya. (RN)













































