Jakarta, innews.co.id – Salah satu faktor yang mempengaruhi percepatan pengembangan industri penerbangan sipil dan pertahanan di Indonesia adalah regulasi.
“Penguatan industri ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kepastian regulasi, ekosistem yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor yang solid,” kata Partners Dentons HPRP, Andre Rahadian, SH., LL.M., usai berdiskusi dengan PT Boeing Indonesia, beberapa waktu lalu.
Beberapa isu strategis didiskusikan pada pertemuan tersebut antara lain, kepastian berusaha di Indonesia, tantangan long lead time dalam pengadaan pesawat, serta langkah-langkah konkrit yang dapat diambil untuk meningkatkan daya saing industri ke depan.

Dia menilai, dengan regulasi yang kuat, maka setiap maskapai bisa terus berbenah diri untuk memberikan pelayanan lebih maksimal kepada para pengguna jasanya.
Berangkat dari pengalaman Dentons HPRP dalam mendampingi berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan baik di Indonesia maupun global, serta kapabilitas teknologi Boeing, terdapat peluang nyata untuk mendorong transformasi industri yang lebih progresif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dari berbagai pihak ikut menentukan kemajuan dunia penerbangan di Indonesia,” tukasnya.
Founder Masyarakat Hukum Udara ini menambahkan, kolaborasi seperti ini bukan hanya relevan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam ekosistem penerbangan dan pertahanan global.
“Masa depan industri ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling cepat, tapi oleh siapa yang paling siap berkolaborasi,” imbuh praktisi hukum senior ini.
Andre berharap, semoga langkah kecil hari ini menjadi kontribusi yang lebih besar ke depannya. (RN)













































