Jakarta, innews.co.id – Kekurangan tenaga air traffic controller (ATC) tidak hanya berdampak bagi keterlambatan penerbangan. Ada persoalan yang lebih serius lagi dibalik itu.
Bagi penumpang, masalah ini mungkin tidak terlihat. Namun, bagi keselamatan penerbangan, dampaknya sangat nyata.
Air Traffic Controller (ATC) memiliki peran vital sebagai pengatur lalu lintas udara. Mereka berperan dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran pergerakan pesawat, baik di darat maupun di udara. Mereka bertindak sebagai pemandu utama bagi pilot melalui komunikasi radio dan radar untuk mencegah risiko tabrakan.
“Ada persoalan serius bila tenaga ATC kurang. Karena ATC memegang peran penting dalam menjaga jarak aman antarpesawat, mengatur pergerakan di ruang udara, serta memastikan setiap penerbangan berlangsung tertib,” kata Founder Masyarakat Hukum Udara (MHU) Indonesia Andre Rahadian, SH., LL.M, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dijelaskan, ketika jumlah petugas ATC tidak sebanding dengan kepadatan penerbangan akan mengakibatkan beban kerja meningkat dan risiko kelelahan ikut membesar.
“Dalam pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi dan keputusan dalam hitungan detik, kelelahan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” tutur praktisi hukum senior ini.
Dikatakannya, krisis tenaga ATC juga menunjukkan bahwa kapasitas penerbangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pesawat, terminal, atau landasan pacu. Ruang udara memiliki batas, dan batas itu sangat bergantung pada kesiapan manusia yang mengaturnya.
“Karena itu, regulator dan penyelenggara navigasi penerbangan harus menyiapkan regenerasi, pelatihan, distribusi personel, serta sistem kerja yang sehat jauh sebelum krisis terjadi,” saran Partners di Law Firm Dentons HPRP ini.
Andre meminta pemerintah bisa benar-benar mempersiapkan tenaga ATC yang mumpuni, baik melalui pelatihan, regenerasi, maupun pendidikan dan latihan yang berkelanjutan.
“Kita berharap Indonesia tidak kekurangan tenaga ATC di semua bandara yang ada. Dengan begitu, maka mobilitas pesawat dan keselamatan penerbangan akan semakin terjamin,” tukasnya. (RN)















































