Jakarta, innews.co.id – Pembangunan destinasi wisata harus dibarengi dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Keduanya harus berjalan beriringan.
Secara khusus, Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Akademi Pariwisata UNCLA, dengan tujuan memajukan kualitas SDM di kawasan Danau Toba.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KMDT St. Edison Manurung dengan Direktur UNCLA April Sabdi Marbun, di sela Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan KMDT bersama Kementerian Pariwisata RI, di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
“KMDT concern mendorong kemajuan SDM pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba. Kami meyakini, dengan SDM yang maju, maka pariwisata akan tumbuh dan berkembang lebih baik lagi,” kata Edison Manurung.
Lebih jauh mantan Ketua KNPI yang pernah dua kali berbicara di Markas PBB, New York, AS, ini mengatakan, saat ini pembenahan kualitas SDM di berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia terus dilakukan.
“KMDT telah menjalin MoU dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga untuk bagaimana mencetak SDM unggul sektor pariwisata. SDM yang mumpuni harus dibarengi dengan mental yang kuat, kemampuan berbahasa asing, serta mengelola berbagai kegiatan yang berkenaan dengan aktifitas di tempat-tempat wisata,” terangnya.
Kemenpar mendukung penuh upaya KMDT, tidak saja dalam pengembangan SDM, tapi juga menciptakan green ekologi di kawasan pariwisata. “KMDT sangat concern mengembangkan kawasan wisata berbasis kearifan lokal. Ini menjadi sebuah kekuatan yang harus didukung,” kata Reza Fahlevi Plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar RI, dalam sambutannya mewakili Menpar.
Dirinya juga berharap, kerja sama dengan Akpar UNCLA ini kian memperkuat pertumbuhan SDM pariwisata di Indonesia. (RN)











































