Jakarta, innews.co.id – Tantangan ekonomi masa kini dirasa semakin berat. Berbagai tantangan muncul dari dalam dan luar negeri. Hal tersebut mendorong para pelaku usaha untuk tidak saja lebih bekerja keras, tapi juga menbangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta saat memberi sambutan pada Rapat Pimpinan Kota (Rapimkota) V KADIN Jakarta Selatan, di Hotel RA Suite Simatupang, beberapa waktu lalu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dan jajarannya, pengurus KADIN Jaksel yang dipimpin oleh adalah Akhmad Lafranta Siregar.
Diana Dewi menegaskan, kekuatan sebuah organisasi tidak terletak pada seberapa besar namanya, tapi seberapa solid orang-orang di dalamnya bergerak ke arah yang sama.
“Jakarta Selatan merupakan daerah yang memiliki denyut ekonomi yang kuat. Karenanya, segala potensi yang ada akan jauh lebih besar kalau dunia usahanya bergerak bersama, bukan sendiri-sendiri,” kata Diana Dewi.
Laporan BPS DKI Jakarta menyebutkan, pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut mencapai 5,59% pada kuartal I 2026.
Dengan lugas ia mengatakan, tantangan ekonomi ke depan menuntut setiap pelaku usaha untuk lebih adaptif dan inovatif.
“Tidak cukup hanya kerja keras, tapi para pelaku usaha harus mampu adaptif dengan perkembangan teknologi dan inovatif,” serunya.
Meski begitu, lanjutnya, ada satu hal yang tidak berubah yakni, kolaborasi yang tetap menjadi kunci. Baik antara sesama pelaku usaha maupun dunia usaha dengan pemerintah.
“Perkuat kolaborasi dan sinergi karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semoga semangat kita terus terjaga dan membawa kontribusi nyata bagi Jakarta yang kita cita-citakan bersama,” harap Diana Dewi. (RN)














































