Jakarta, innews.co.id – Tim sepakbola Garuda Baru secara resmi dilepas untuk mengikuti ajang Street Child World Cup (SCWC) 2026 di Meksiko, 5-15 Mei mendatang.
Pelepasan dilakukan oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyo, Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Endah Sri Rejeki, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Zuhud Pane, Pembina Garuda Baru Yuni Shara, serta Founder Garuda Baru yang juga Ketua Umum Forum CSR Indonesia Mahir Bayasut, di Kantor PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (3/5).
Turut hadir para mitra konsorsium Garuda Baru, yakni Yayasan KDM, Sahabat Anak, dan Yayasan Transmuda Energy Nusantara, bersama orangtua dan wali sekolah yang memberikan dukungan penuh kepada atlet-atlet muda tersebut.
Keikutsertaan tim yang merupakan representasi anak-anak dengan latar belakang rentan ini menjadi simbol harapan, keberanian, dan perjuangan anak-anak Indonesia untuk mendapatkan masa depan yang lebih layak.
“Garuda Baru bukan sekadar tim sepakbola, melainkan gerakan sosial yang membawa suara anak-anak marjinal ke tingkat global,” kata Mahir Bayasut, dalam keterangan persnya.
Menurutnya, ini bukan hanya tentang menang atau kalah di lapangan. Namun, tentang keberanian anak-anak kita berdiri di panggung dunia dan berkata: kami ada, kami punya mimpi, dan kami layak diperjuangkan. Garuda Baru adalah bukti bahwa harapan tidak pernah lahir dari kenyamanan, tetapi dari perjuangan.
Dukungan lintas sektor menjadi kekuatan utama keberangkatan tim ini. Kementerian Pertahanan RI turut memberikan dukungan penuh sebagai bagian dari semangat Bela Negara, dengan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air kepada para pemain.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas ini menunjukkan bahwa isu perlindungan anak dan pemberdayaan generasi muda membutuhkan kerja bersama yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ajang SCWC sendiri dikenal sebagai platform global yang tidak hanya menampilkan pertandingan sepakbola, tetapi juga forum advokasi hak anak.
Melalui forum ini, para peserta dari berbagai negara menyuarakan isu-isu penting seperti akses pendidikan, perlindungan dari kekerasan, hingga hak untuk hidup layak. Tim Garuda Baru membawa misi tersebut, mewakili suara anak-anak Indonesia yang selama ini sering tidak terdengar.
Dengan perjalanan panjang menuju Meksiko dan tantangan yang akan dihadapi, dukungan publik menjadi energi penting bagi tim. “Kami tidak hanya mengirim pemain, tapi mengirim harapan bangsa. Ketika mereka berlari di lapangan, mereka membawa nama Indonesia dan jutaan doa yang menyertainya,” tukasnya.
Pelepasan ini menjadi momentum penting bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada ruang untuk bermimpi lebih besar. Garuda Baru telah terbang dan kini saatnya dunia melihat seberapa tinggi mereka bisa melangkah. (RN)












































