Jakarta, innews.co.id – Memimpin organisasi pengusaha di DKI Jakarta tidak lantas membuat Diana Dewi hanya duduk nyaman saja. Justru di banyak kesempatan dirinya terpanggil untuk menyuarakan aspirasi rekan-rekan pengusaha di daerah.
“Para pengusaha daerah kerap menginfokan bagaimana tantangan yang mereka hadapi, baik dari sisi permodalan, sarana prasarana, maupun birokrasi, dan regulasi,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta Diana Dewi, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Namun bersyukurnya, lanjut Diana, teman-teman di daerah memiliki optimisme tinggi bahwa meski banyak tantangan, selalu ada semangat untuk terus tumbuh dan bergerak maju.
Dirinya pun terpanggil untuk memperjuangkan suara rekan-rekan pengusaha di daerah sehingga bisa mendapat atensi dari Pemerintah Pusat.
“Terkadang rentang kendali birokrasi yang jauh membuat banyak hal terkesan berjalan lambat. Saya coba menyampaikan apa yang menjadi pergumulan teman-teman di daerah,” ujar Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) ini.
Salah satu yang ia lakukan adalah menyampaikan aspirasi rekan-rekan pengusaha di daerah, khususnya dari KADIN Wilayah Tengah, saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, 29-30 Oktober 2026 lalu.
“Melalui forum ini, saya berharap apa yang menjadi perjuangan dari para pelaku usaha di daerah bisa lebih mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Mereka telah berjuang untuk menggerakkan perekonomian di daerah masing-masing, tentu tugas kita bersama untuk memastikan keberlanjutan usahanya,” seru Diana Dewi yang juga Founder Toko Daging Nusantara ini.
Seperti diketahui, ada tiga rekomendasi yang dihasilkan KADIN Indonesia dan diserahkan kepada pemerintah yakni, membangun bantalan ekonomi menghadapi gejolak global, menjaga ketersediaan bahan baku industri, dan menguatkan semangat ‘buy from Indonesia’.
Diana Dewi mengajak para pengusaha daerah untuk tetap selalu semangat dalam menjalankan usaha. Juga inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
“Dunia usaha dan pemerintah harus berjalan seiring agar perekonomian nasional tumbuh dan berkembang. Selalu harus diciptakan ruang-ruang kolaborasi antara pengusaha dengan pemerintah,” usulnya. (RN)















































