Sah! Emmanuel Mali Kembali Pimpin Pengwil IPPAT NTT Periode 2024-2027

Ketua Umum PP IPPAT menyerahkan pataka kepada Ketua Pengwil IPPAT NTT terpilih, Emmanuel Mali

Jakarta, innews.co.id – Untuk kedua kalinya Emmanuel Mali, SH., M.Kn., MH., kembali dipercaya memimpin Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Provinsi Nusa Tenggara Timur, periode 2024-2027.

Pengesahan itu dilakukan pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah (Pengwil) IPPAT NTT, di Hotel Aston, NTT, Sabtu (14/12/2024), yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP IPPAT Dr. Hapendi Harahap, didampingi oleh Dr. Ely Baharini (Ketua Bidang Peraturan Perundang-undangan), Dr. Christina Ella Yonatan (Kabid Hubungan Antar Daerah Maluku dan Papua), Zulfahmi Yanuar Adam (Sekretaris), Junaidi Saputra (Sekretaris), Nur Aini Suparman (Bendahara), Dr. Wira Fransiska (Majelis Kehormatan Pusat).

“Saya mengajak seluruh anggota Pengwil IPPAT NTT untuk selalu menjaga keharmonisan dan kebersamaan sehingga langkah-langkah kedepan yang akan kita buat bisa semakin bermanfaat bagi kita semua,” kata Emmanuel, dalam sambutannya.

Ketua Pengwil IPPAT NTT Emmanuel Mali, memberikan sambutannya

Dirinya juga berharap agar PP IPPAT bisa terus memberi perhatian, utamanya terkait peningkatan kemampuan para PPAT di daerah-daerah.

“Saya berharap kedepan hubungan pusat dan daerah bisa semakin kuat lagi dalam upaya mensosialisasikan aturan-aturan terbaru terkait kinerja PPAT juga dalam berbagai kegiatan lainnya,” harap Emmanuel.

Pada kesempatan itu juga ikut dilantik Majelis Kehormatan Wilayah (MKW) IPPAT NTT untuk masa bakti yang sama. MKW yang dilantik yakni, Yerak Almodat Bobilex Pakh (Ketua), Kartini Notoprawiro (Sekretaris), dan Serlina Sari Dewi Darmawan (Anggota).

Ketua Pengwil IPPAT NTT terpilih bersama Majelis Kehormatan Daerah dan Pengurus PP IPPAT

Dalam sambutannya, Ketum PP IPPAT menyerukan agar PPAT di wilayah kerja NTT bisa memegang teguh kode etik dan lebih berhati-hati dalam menjalankan profesinya.

Peserta Konferwil IPPAT NTT yang berlangsung sukses

“Sudah menjadi rahasia umum banyak PPAT terjerat hukum. Karenanya, kita harus lebih berhati-hati dalam menjalankan profesi dengan berpegang pada kode etik kita,” pungkasnya. (RN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan