Jakarta, innews.co.id – Setelah melalui kajian dan diskusi dengan berbagai pihak, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke.
Alasannya, PSN tersebut telah mengabaikan dan melanggar hak-hak dasar masyarakat adat atas tanah, wilayah, dan budaya masyarakat di sama. Proyek ini telah menyingkirkan masyarakat dari tanah leluhur, merampas ruang hidup dan sumber penghidupan, serta mengancam keberlangsungan hidup generasi kini dan mendatang.
Selain itu, mengancam kelestarian hutan, tanah, dan sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat adat, sekaligus merusak tatanan ekologis yang dipercayakan Tuhan kepada manusia.
“Pada dasarnya mendukung gagasan zpemerintah untuk mengembangkan berbagai PSN di wilayah Papua yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian regional, dan mendatangkan investasi serta membuka lapangan kerja,” kata siaran pers PGI yang ditandatangani oleh Pdt Jacklevyn Manupputy (Ketua Umum) dan Pdt Darwin Darmawan (Sekum), hari ini.
PGI menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak boleh mengorbankan manusia dan alam ciptaan Tuhan demi kepentingan ekonomi yang menguntungkan segelintir pihak.
“Penolakan ini sebagai wujud tanggung jawab iman dan kesetiaan pada martabat manusia serta keutuhan ciptaan Tuhan,” tegasnya.
Pernyataan sikap
PGI yang beranggotakan 105 sinode dan 30 PGI Wilayah, menyatakan sikap sebagai berikut:
- Menegaskan kembali bahwa berdasarkan UU Otonomi Khusus Papua, seluruh tanah Papua adalah wilayah adat masyarakat Papua, karenanya tidak boleh terjadi praktik perampasan tanah masyarakat adat Papua, sekalipun atas nama Ketahanan Pangan Nasional.
- Mendukung sikap masyarakat adat Papua yang menolak pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan, dan meminta pemerintah untuk membuka ruang dialog yang jujur, setara, dan bermartabat dengan masyarakat adat Papua.
- Mendesak agar setiap kebijakan pembangunan berorientasi pada kedaulatan dan kesejahteraan rakyat, karenanya sentra-sentra pengembangan pertanian harus tetap dikelola oleh masyarakat ketimbang pengelolaan berbasis korporasi.
- Menegaskan komitmen gereja-gereja di Indonesia untuk berdiri bersama masyarakat adat Papua dalam memperjuangkan hak atas tanah, keadilan ekologi, kehidupan yang bermartabat, dan masa depan yang adil.
- Mengajak seluruh gereja, masyarakat sipil, dan komunitas internasional untuk bersolidaritas mendukung perjuangan masyarakat adat Papua demi keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.PGI percaya bahwa Tuhan memanggil gereja untuk menjadi saksi kebenaran, pembela keadilan, dan penjaga kehidupan. (DJ)












































